Tanam Inpari 32, Penyuluh Dorong Jajar Legowo

Peran penyuluh pertanian kembali terlihat di lapangan. Mengawali musim tanam, petani Subak Pegatepan, Desa Jumpai, Kabupaten Klungkung, melaksanakan tanam padi varietas Inpari 32 dengan metode caplak sistem Jajar Legowo 2:1. Kegiatan yang dikawal langsung penyuluh pertanian ini menjadi upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat penerapan budidaya padi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Jun 9, 2026 - 11:36
 0  10
Tanam Inpari 32, Penyuluh Dorong Jajar Legowo

Tanam Inpari 32, Penyuluh Dorong Jajar Legowo

KLUNGKUNG – Semangat petani untuk terus meningkatkan hasil produksi padi tampak dalam kegiatan tanam bersama yang digelar di Subak Pegatepan, Desa Jumpai, Kabupaten Klungkung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan milik Pekaseh Subak Pegatepan, I Nengah Sirna, dan menjadi bagian dari pendampingan intensif yang dilakukan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Klungkung.

Pada musim tanam kali ini, petani menanam varietas unggul Inpari 32 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan cukup adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, petani menerapkan metode tanam caplak dengan sistem Jajar Legowo 2:1 yang telah direkomendasikan dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan di lapangan.

Selain penggunaan varietas unggul, petani juga memanfaatkan pupuk organik saat proses pengolahan tanah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki kesuburan lahan, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, serta mendukung sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Subak Pegatepan merupakan salah satu wilayah binaan Penyuluh Pertanian Gita Anom Wijaya, S.P. Dalam pelaksanaan kegiatan, penyuluh bersama petani memastikan seluruh tahapan budidaya dilakukan sesuai anjuran teknis guna memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal sejak awal musim tanam.

Kegiatan tanam bersama tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, BRRMP Bali, Koordinator BPP Klungkung beserta jajaran penyuluh pertanian, Babinsa, dan anggota Subak Pegatepan.

Koordinator BPP Klungkung, Kadek Dwiyana Adiputra, S.P., mengatakan bahwa penerapan sistem Jajar Legowo menjadi salah satu teknologi budidaya yang terus didorong kepada petani karena terbukti mampu meningkatkan populasi tanaman dan efisiensi pemeliharaan.

“Penerapan Jajar Legowo 2:1 memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi tanaman sehingga pemanfaatan cahaya matahari menjadi lebih optimal. Melalui pendampingan penyuluh, kami berharap teknologi ini dapat diterapkan secara konsisten sehingga produktivitas padi petani terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan varietas unggul Inpari 32 yang didukung pemupukan organik sejak pengolahan tanah merupakan kombinasi yang baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan menjaga kesehatan lahan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Pekaseh Subak Pegatepan, I Nengah Sirna, menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian dan dukungan dari berbagai pihak dalam kegiatan tanam bersama tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan penyuluh selama ini. Dengan penerapan varietas unggul dan sistem tanam Jajar Legowo, kami berharap hasil panen musim ini bisa lebih baik serta memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani anggota subak,” katanya.

Melalui sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Subak Pegatepan terus berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani padi sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Klungkung.

Koresponden: Anom Wijaya

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0