Beranda›Lintas Daerah›Bawang Putih Tak Sekadar Bumbu, Gianyar Perkuat Fondas…
Lintas Daerah

Bawang Putih Tak Sekadar Bumbu, Gianyar Perkuat Fondasi Swasembada

Swasembada pangan tak cukup hanya dengan slogan. Ia harus dimulai dari lahan dan petani. Salah satunya melalui penguatan budidaya bawang putih yang kini terus didorong di Kabupaten Gianyar.

FacebookWhatsAppXTelegram

GIANYAR – Bawang putih tak sekadar urusan dapur. Di balik umbi kecil yang menjadi bumbu hampir setiap masakan, ada agenda besar yang terus didorong pemerintah: memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Semangat itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya dan Pascapanen Bawang Putih yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, bertempat di BPP Blahbatuh, Gianyar, Jumat (2/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas hortikultura strategis dalam mendukung swasembada pangan.

2


Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas petani, terutama dalam memahami teknik budidaya bawang putih secara lebih tepat. Mulai dari pemilihan varietas dan benih, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman pada fase vegetatif, hingga penanganan pascapanen agar mutu dan kualitas umbi tetap terjaga.

Yang menarik, Bimtek tidak hanya menghadirkan perspektif dari pemerintah. Pengalaman praktis dari pelaku di lapangan juga dihadirkan melalui Geru Wicaksono, penangkar bawang putih asal Batu, Malang. Kehadirannya memberikan warna tersendiri karena peserta dapat memperoleh gambaran langsung mengenai praktik perbenihan dan budidaya bawang putih dari pengalaman penangkar.

Bagi petani, pengalaman lapangan menjadi bagian penting. Sebab, keberhasilan bawang putih tidak hanya ditentukan oleh teori, tetapi juga ketepatan dalam membaca kondisi lahan, memilih bahan tanam, mengelola tanaman, serta menangani hasil panen.

b


Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb., mengatakan pengembangan bawang putih membutuhkan penguatan kapasitas petani secara menyeluruh.

“Bawang putih memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu komoditas hortikultura strategis di Gianyar. Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi sangat penting. Tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga bagaimana menghasilkan umbi yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Melalui Bimtek ini, kami ingin pengetahuan yang diperoleh petani benar-benar diterapkan di lapangan sehingga produktivitas dan kualitas bawang putih lokal dapat terus meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan komoditas bawang putih tidak bisa dilakukan secara parsial. Ketersediaan benih bermutu, penerapan teknologi budidaya, pendampingan, hingga penanganan pascapanen harus berjalan dalam satu mata rantai.

Sementara itu, Veronica Inggrit Hapsari, SP., perwakilan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, menegaskan bahwa penguatan produksi harus dibarengi peningkatan kemampuan petani.

WhatsApp Image 2026 10 03 at 11.20.42 (1)


“Swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan luas tanam. Produktivitas, kualitas hasil, dan kemampuan petani dalam menerapkan teknologi juga harus diperkuat. Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang perlu kita dorong bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci agar pengembangan bawang putih dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kehadiran Geru Wicaksono sebagai narasumber dari kalangan penangkar juga menjadi bagian penting dalam transfer pengalaman. Praktik perbenihan dan budidaya yang selama ini dijalankan di Batu, Malang, diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani Gianyar dalam mengembangkan bawang putih sesuai kondisi agroekosistem setempat.

Bimtek ini sekaligus menegaskan bahwa agenda swasembada pangan tidak hanya berbicara tentang produksi dalam skala besar. Swasembada dibangun dari kemampuan petani menguasai teknologi, menggunakan benih bermutu, mengoptimalkan lahan, dan menghasilkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, ditambah keterlibatan pelaku usaha maupun penangkar, menjadi modal penting untuk membangun ekosistem bawang putih yang lebih kuat.

Dari Gianyar, ikhtiar itu dimulai dari petani. Bukan sekadar menanam bawang putih, tetapi menanam pengetahuan, teknologi, dan harapan agar komoditas lokal semakin berdaya saing. (DenBagus/DND)

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar