Beranda›Lintas Daerah›Mantapkan Saprodi, Penyuluh Kawal PM-AAS
Lintas Daerah

Mantapkan Saprodi, Penyuluh Kawal PM-AAS

PM-AAS tak cukup hanya dengan teknologi. Penyuluh pertanian BPPDSMP bergerak lebih awal, memastikan saprodi, alsintan, irigasi, hingga pemasaran siap mengawal Subak Tubuh menuju pertanian modern.

FacebookWhatsAppXTelegram

GIANYAR – Teknologi pertanian tidak akan berjalan sendiri. Ia membutuhkan petani yang siap, sarana produksi yang tersedia, serta penyuluh yang terus berada di lapangan. Peran itu kini dijalankan penyuluh pertanian di bawah naungan BPPDSMP dalam mengawal persiapan penerapan PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) di Subak Tubuh, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar.

Rabu (30/9), penyuluh bersama pengurus subak dan petani melakukan serangkaian pembahasan untuk memastikan seluruh kebutuhan penerapan PM-AAS dipersiapkan sejak awal. Salah satu fokus utama adalah kesiapan sarana produksi pertanian (saprodi), terutama pupuk.

Pekaseh Subak Tubuh, I Ketut Kuningan, menyambut positif pendampingan penyuluh sekaligus rencana penerapan PM-AAS. Menurutnya, kesiapan pupuk menjadi bagian penting agar teknologi yang akan diterapkan dapat berjalan optimal.

WhatsApp Image 2026 09 30 at 17.58.33 (1)


“Kami mendukung program ini. Untuk pupuk, kami akan menyiapkannya melalui pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan,” ujar Kuningan.

Saat ini, kondisi lahan Subak Tubuh masih berada pada fase generatif. Tanaman diperkirakan beberapa bulan lagi memasuki masa panen. Namun, persiapan musim tanam berikutnya sudah mulai dilakukan.

Bagi Kuningan, penerapan PM-AAS penting untuk dilakukan secara langsung di lahan petani. Dengan praktik lapangan, petani dapat melihat sendiri bagaimana teknologi bekerja dan membandingkan hasilnya dengan pola budidaya yang selama ini diterapkan.

“Teknologi seperti ini perlu dipraktikkan langsung. Apalagi di tempat lain sudah berhasil dengan produktivitas yang tinggi,” katanya.

Di titik inilah peran penyuluh menjadi penting. Koordinator BPP Tampaksiring, I Nengah Surata Adnyana, SP., mengatakan penyuluh pertanian di bawah naungan BPPDSMP siap mengawal Subak Tubuh dalam menerapkan PM-AAS.

WhatsApp Image 2026 09 30 at 17.58.34 (1)


Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya ketika teknologi diterapkan, tetapi sejak persiapan sarana produksi, penentuan kebutuhan teknologi, pelaksanaan budidaya, hingga pascapanen dan pemasaran.

“Penyuluh siap memberikan pendampingan dari hulu sampai hilir. Mulai penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi, pascapanen, sampai pemasaran,” tegas Surata.

Bagi penyuluh, penerapan PM-AAS harus dipastikan tidak berhenti sebagai kegiatan demplot atau uji coba. Teknologi yang diterapkan perlu memberikan pengalaman langsung kepada petani dan, bila sesuai dengan kondisi setempat, dapat dikembangkan lebih luas.

Karena itu, selain teknologi budidaya, penyuluh juga ikut mengidentifikasi kebutuhan pendukung lainnya. Jaringan irigasi dan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut menjadi pembahasan. Dua faktor tersebut menjadi bagian penting agar jadwal tanam dapat berjalan tepat waktu.

“Jaringan irigasi dan ketersediaan alsintan juga kami bahas. Harapannya, setelah semua persiapan siap, penanaman bisa terus dilaksanakan,” jelas Surata.

Pendampingan penyuluh juga diarahkan hingga aspek pemasaran. Sebab, peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan kepastian penyerapan hasil. Dalam hal ini, Bulog disebut siap mendukung penyerapan hasil produksi sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi BPPDSMP, kehadiran penyuluh di tengah petani menjadi jembatan penting antara inovasi dan praktik. Teknologi yang baik harus diterjemahkan menjadi praktik yang mudah dipahami dan diterapkan petani.

WhatsApp Image 2026 09 30 at 17.58.34


Dari Subak Tubuh, PM-AAS kini mulai dipersiapkan secara lebih konkret. Saprodi dimatangkan, alsintan diidentifikasi, irigasi diperhatikan, dan penyuluh bersiap mengawal setiap tahapannya.

Sebab, modernisasi pertanian bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Yang tak kalah penting adalah memastikan teknologi tersebut dipahami petani, diterapkan dengan benar, dan memberi manfaat nyata di lahan. Di sanalah penyuluh pertanian pengampu BPPDSMP memainkan perannya.

Koresponden: Surata Adnyana BPP Tampalsiring

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar