Beranda›Lintas Daerah›Bukan Sekadar Hibah, PPL Kawal Banteng Maju Hingga Pan…
Lintas Daerah

Bukan Sekadar Hibah, PPL Kawal Banteng Maju Hingga Panen Ketiga

Bantuan boleh sekali datang. Tapi usaha harus terus berjalan. Prinsip itulah yang dijalankan Kelompok Tani Ternak Banteng Maju, Desa Selat, Sukasada. Berawal dari 25 ekor bibit babi, kini mereka memasuki panen ketiga.

FacebookWhatsAppXTelegram

BULELENG - Hibah boleh datang sekali. Namun, pendampingan tak boleh berhenti. Dari 25 ekor bibit babi, Kelompok Tani Ternak Banteng Maju kini telah memasuki panen ketiga. Jumlah anggotanya pun ikut tumbuh, dari 25 menjadi 44 orang.

Di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, semangat beternak tumbuh bukan sekadar karena bantuan. Ada kemauan untuk bergerak, ada iuran yang dikumpulkan, dan ada pendampingan yang terus berjalan.

Kelompok Tani Ternak Banteng Maju yang diketuai Ketut Budayasa mengawali pengembangan usaha melalui hibah APBN Tahun 2025. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk membeli 25 ekor bibit babi penggemukan.

WhatsApp Image 2026 09 29 at 09.54.14 (1)


Dari sinilah roda usaha mulai berputar.

Menariknya, kelompok tidak berhenti pada bantuan pemerintah. Setiap anggota secara rutin menyisihkan iuran Rp10 ribu per bulan. Nilainya memang tidak besar. Namun, dari nominal kecil itu tumbuh komitmen untuk menjaga kelompok tetap hidup dan berkembang.

Kini, usaha penggemukan tersebut telah memasuki panen ketiga.

Pola usahanya pun dibuat berkelanjutan. Hasil penjualan pada panen pertama tidak seluruhnya berhenti sebagai pendapatan. Sebagian modal kembali diputar untuk membeli bibit baru. Begitu seterusnya. Dengan cara itu, bantuan awal tidak berhenti sebagai hibah, tetapi berubah menjadi modal yang terus bergulir.

“Awalnya anggota kami 25 orang, sekarang sudah menjadi 44 orang. Bantuan hibah ini sangat membantu kami memulai usaha penggemukan babi. Kami juga memiliki iuran Rp10 ribu setiap bulan untuk mendukung kegiatan kelompok,” ujar Ketut Budayasa.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus.

Salah satu persoalan yang dihadapi kelompok adalah ternak babi yang mengalami sakit. Bagi peternak, gangguan kesehatan ternak bukan persoalan kecil. Jika tidak ditangani dengan baik, produktivitas bisa terganggu dan biaya pemeliharaan ikut meningkat.

WhatsApp Image 2026 09 29 at 09.54.14


Di titik inilah peran penyuluh menjadi penting.

PPL I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P., M.P., tidak hanya hadir ketika bantuan diberikan. Pendampingan berlanjut ketika kelompok menghadapi persoalan di kandang.

Melalui kunjungan lapangan, PPL mendorong anggota kelompok memperkuat biosecurity kandang, terutama melalui kebersihan lingkungan dan pengendalian risiko penyakit. Sebagai bagian dari dukungan, PPL juga memberikan disinfektan untuk membantu menjaga kebersihan kandang dan menekan risiko penyebaran penyakit.

“Dalam perjalanan memang ada kendala, terutama babi yang sakit. Kami berterima kasih karena PPL tidak hanya mendampingi saat awal bantuan, tetapi tetap datang dan membantu mencari solusi,” kata Budayasa.

Bagi Darmayasa, bantuan pemerintah bukan garis akhir. Justru di situlah pekerjaan pendampingan dimulai.

“Bagi kami, bantuan tidak berhenti ketika kelompok menerima hibah. Justru setelah bantuan diberikan, proses pendampingan harus terus berjalan. Ketika ada kendala kesehatan ternak, kami mendorong kelompok untuk memperkuat biosecurity dan menjaga kebersihan kandang,” ujarnya.

Ia berharap kelompok semakin mandiri, ternak lebih sehat, usaha berkembang, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh semakin banyak anggota.

WhatsApp Image 2026 09 29 at 09.54.13


Dari 25 anggota menjadi 44. Dari 25 ekor bibit, kini memasuki panen ketiga.

Angkanya mungkin sederhana. Tetapi di balik angka itu ada sebuah proses: bantuan yang diputar, usaha yang dijaga, masalah yang dihadapi, dan pendampingan yang tidak putus di tengah jalan.

Sebab, hibah bisa menjadi titik awal. Tetapi yang membuatnya terus hidup adalah kemauan kelompok untuk bergerak dan kesediaan penyuluh untuk tetap hadir.

Bantuan datang sekali. Pendampinganlah yang membuatnya terus berarti. (DND/DenBagus)

 

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar