Beranda›Lintas Daerah›Sawah Boleh Berisiko, Petani Jangan Sendirian
Lintas Daerah

Sawah Boleh Berisiko, Petani Jangan Sendirian

Sawah boleh hijau, tetapi risiko tak selalu ikut menghijau. Gagal panen bisa datang kapan saja. Karena itu, petani Abiansemal diajak tak sekadar rajin menanam, tetapi juga cerdas melindungi usaha taninya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 2026.

FacebookWhatsAppXTelegram

BADUNG – Bertani bukan sekadar soal menanam dan menunggu panen. Di balik hamparan sawah yang menghijau, selalu ada risiko yang mengintai. Cuaca ekstrem, banjir, kekeringan hingga serangan organisme pengganggu tanaman bisa datang tanpa permisi. Karena itu, perlindungan terhadap usaha tani menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan petani.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Tahun 2026 di BPP Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Kegiatan tersebut dihadiri para pekaseh se-Kecamatan Abiansemal bersama petani. Sosialisasi juga menghadirkan narasumber dari PT Jasindo untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai program perlindungan usaha tani tersebutbelum lama ini.

WhatsApp Image 2026 09 27 at 18.32.56 (2)


Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun kesadaran petani mengenai pentingnya perlindungan usaha tani dari berbagai risiko yang berpotensi menyebabkan gagal panen.

Narasumber dari Jasindo memaparkan sejumlah hal penting terkait AUTP, mulai dari manfaat dan ketentuan kepesertaan, mekanisme pendaftaran, pembayaran premi hingga prosedur pengajuan klaim. Penjelasan tersebut diharapkan membuat petani tidak sekadar mengetahui program AUTP, tetapi juga memahami bagaimana mekanisme perlindungan tersebut bekerja ketika risiko usaha tani benar-benar terjadi.

Katimker Kabupaten Badung Gagus Putu Rai Parwata, S.P. mengatakan, perlindungan terhadap usaha tani perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi dan pendapatan petani.

“AUTP bukan sekadar program asuransi, tetapi bagian dari ikhtiar kita memberikan rasa aman kepada petani dalam menjalankan usaha taninya. Risiko pertanian memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dampaknya dapat kita antisipasi dan kelola,” ujar Gagus.

WhatsApp Image 2026 09 27 at 18.32.57 (1)


Menurutnya, sosialisasi menjadi penting karena masih ada petani yang belum memahami secara utuh manfaat, persyaratan, maupun mekanisme AUTP. Dengan informasi yang jelas, petani diharapkan dapat menentukan langkah perlindungan usaha tani secara lebih tepat.

“Kami berharap para pekaseh dan petani yang mengikuti sosialisasi ini dapat meneruskan informasi kepada anggota subak. Semakin banyak petani yang memahami AUTP, semakin terbuka pula kesadaran untuk melindungi usaha tani dari risiko yang mungkin terjadi,” tambahnya.

Bagi petani, risiko gagal panen tentu bukan perkara kecil. Modal sudah dikeluarkan, tenaga telah dicurahkan, sementara hasil panen belum tentu berada dalam genggaman. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran AUTP diharapkan dapat memberikan perlindungan sekaligus membantu mengurangi beban kerugian akibat risiko yang dijamin dalam program.

Sosialisasi juga menjadi momentum untuk mendorong petani agar lebih proaktif melindungi usaha taninya. Sebab, mengantisipasi risiko jauh lebih baik daripada baru sibuk mencari solusi setelah kerugian terjadi.

WhatsApp Image 2026 09 27 at 18.32.58


Para peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan memberikan respons positif. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi mengenai perlindungan usaha tani masih cukup besar, terutama agar petani memahami hak, kewajiban, serta mekanisme kepesertaan AUTP secara utuh.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan partisipasi petani dalam Program AUTP Tahun 2026 semakin meningkat. Perlindungan usaha tani pun diharapkan tidak lagi dipandang sebatas urusan administrasi, tetapi menjadi bagian dari strategi petani dalam menjaga keberlanjutan usaha tani.

Sebab, bertani memang selalu mengandung risiko. Namun, risiko bukan berarti harus dihadapi sendirian. Sawah boleh berisiko, tetapi petani harus memiliki perlindungan. (DenBagus)

Koresponden: Wiranata - Badung

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar