Beranda›Lintas Daerah›“Cakrabuana Agritan Pikat Pekaseh Kerdung”
Lintas Daerah

“Cakrabuana Agritan Pikat Pekaseh Kerdung”

Panen lebih cepat, peluang tanam terbuka lebih lebar! Cakrabuana Agritan sukses memikat Pekaseh Subak Kerdung, I Nyoman Mudarsana, S.Sos. Meski hasil produksi belum maksimal akibat sejumlah kendala di lapangan, varietas berumur genjah 91 hari setelah tanam ini tetap dilirik untuk ditanam kembali pada musim tanam berikutnya.

FacebookWhatsAppXTelegram

DENPASAR SELATAN – Tak selalu varietas dengan hasil panen tertinggi yang paling memikat petani. Umur panen yang lebih singkat dan performa tanaman yang menjanjikan juga menjadi daya tarik tersendiri. Itulah yang membuat Cakrabuana Agritan mencuri perhatian Pekaseh Subak Kerdung, I Nyoman Mudarsana, S.Sos. Meski hasil produksinya belum maksimal dalam uji lapangan kali ini, varietas tersebut tetap menarik minatnya untuk ditanam kembali pada musim tanam berikutnya.

Bagi Mudarsana, Cakrabuana Agritan memiliki keunggulan yang layak diperhitungkan. Varietas ini dapat dipanen pada umur 91 hari setelah tanam (HST). Selain tergolong genjah, performa pertumbuhannya dinilai sangat bagus. Karakter tersebut menjadi pertimbangan penting bagi petani dalam mengatur waktu panen dan menyusun strategi pola tanam berikutnya.

WhatsApp Image 2026 10 20 at 16.46.33 (1)


Namun, hasil budidaya di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dalam kegiatan pengenalan varietas di Subak Kerdung, produktivitas Cakrabuana Agritan diduga belum mencapai potensi optimal karena sejumlah kendala teknis. Ketersediaan air yang berlebih serta banyaknya sampah pada saluran irigasi menjadi persoalan yang memerlukan perhatian. Pada awal pertanaman, tanaman juga sempat mengalami serangan hama tikus.

Kondisi tersebut menjadi catatan penting bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh varietas yang digunakan. Pengelolaan air, kebersihan saluran irigasi, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan sejak awal pertanaman turut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Meski menghadapi kendala, ketertarikan Mudarsana untuk kembali menanam Cakrabuana Agritan menunjukkan bahwa varietas ini masih memiliki daya pikat. Umur panen yang relatif singkat dan performa tanaman yang dinilai baik menjadi modal pertimbangan untuk pengembangan pada musim tanam mendatang, tentunya dengan perbaikan pengelolaan budidaya.

Pengalaman di Subak Kerdung sekaligus memperlihatkan pentingnya pengenalan varietas secara langsung di lahan petani. Melalui kegiatan tersebut, petani tidak hanya memperoleh gambaran mengenai produktivitas, tetapi juga dapat mengamati karakter tanaman, mengenali kendala budidaya, dan mengevaluasi kesesuaian varietas dengan kondisi lahan setempat.

Mudarsana1


Ke depan, pembenahan tata kelola air, pembersihan saluran irigasi, serta pengendalian hama tikus perlu menjadi perhatian agar potensi Cakrabuana Agritan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Bagi Mudarsana dan petani Subak Kerdung, pengalaman ini menjadi bekal untuk menentukan langkah pada musim tanam berikutnya. Sebab, memilih varietas bukan sekadar mengejar angka produksi, melainkan menemukan kombinasi yang tepat antara umur panen, performa tanaman, kondisi lahan, dan pengelolaan budidaya.

Cakrabuana Agritan mungkin belum mencatat hasil tertinggi dalam pengujian kali ini. Namun, dengan umur panen yang lebih singkat dan performa yang dinilai menjanjikan, varietas ini masih menyimpan peluang untuk kembali diuji dan dikembangkan di Subak Kerdung. (DenBagus/DND)

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar