BerandaLintas Daerah“Dinas Pertanian dan Penyuluh Kompak, Petani Uma Juan…
Lintas Daerah

“Dinas Pertanian dan Penyuluh Kompak, Petani Uma Juan Naik Kelas”

Sinergi Dinas Pertanian Gianyar bersama penyuluh pertanian terus diperkuat untuk mendorong petani menerapkan budidaya yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya melalui Sekolah Lapang (SL) Padi Ramah Lingkungan di Subak Uma Juan, Desa Guwang, Sukawati, yang mengajak petani belajar sekaligus mempraktikkan teknologi langsung di lapangan.

FacebookWhatsAppXTelegram

“Dinas Pertanian dan Penyuluh Kompak, Petani Uma Juan Naik Kelas”

GIANYAR – Pertanian ramah lingkungan tak cukup hanya dibicarakan di ruang pertemuan. Di Subak Uma Juan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, pengetahuan itu dipraktikkan langsung bersama petani. Mulai dari meracik Bubur Bordeaux, membuat asam amino berbahan ikan lele, hingga memanfaatkan Bioyoso untuk pengendalian tikus.

Suasana belajar yang akrab itu mewarnai pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) Padi Ramah Lingkungan yang digelar Rabu (26/8). Kegiatan tersebut menjadi pertemuan keempat, sekaligus ruang berbagi pengetahuan antara penyuluh dan petani dalam mendorong budidaya padi yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan.

1


Kegiatan merupakan hasil sinergi Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar bersama Penyuluh Pertanian Kabupaten Gianyar. Hadir Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Gianyar I Gusti Ayu Dwi Sugitarina Oka, SP., M.Agb., Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Kabupaten Gianyar I Made Geben, SP., Koordinator BPP Sukawati beserta jajaran penyuluh, serta petani Subak Uma Juan.

Berbeda dengan pembelajaran yang hanya mengandalkan teori, sekolah lapang ini mengajak petani terlibat langsung dalam proses pembuatan berbagai bahan pendukung budidaya. Praktik menjadi bagian penting agar teknologi yang dikenalkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan di lahan.

Pada pertemuan kali ini, materi yang diangkat cukup beragam. Petani belajar membuat Bubur Bordeaux, mengolah ikan lele menjadi asam amino, membuat Bioyoso untuk membantu pengendalian tikus, serta mendapatkan pengetahuan mengenai penanganan pascapanen.

Menariknya, sebagian pengetahuan tersebut justru datang dari petani sendiri. Praktisi pertanian ramah lingkungan Pande dan Punia turut menjadi narasumber dengan membagikan pengalaman serta praktik yang telah mereka terapkan di lapangan. Sementara dari jajaran penyuluh, materi diperkuat oleh Penyuluh Pertanian Ni Nyoman Apriani, SP.

Model pembelajaran seperti ini membuat sekolah lapang tidak sekadar menjadi tempat penyampaian materi. Petani dan penyuluh ditempatkan sebagai mitra yang sama-sama belajar, berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi di lahan.

2


Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Gianyar I Gusti Ayu Dwi Sugitarina Oka mengatakan, penguatan kapasitas petani melalui sekolah lapang menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pengalaman petani di lapangan perlu terus dikembangkan dan dipadukan dengan pendampingan penyuluh.

Melalui SL Padi Ramah Lingkungan, Subak Uma Juan diharapkan semakin mampu mengembangkan praktik budidaya yang tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan usaha tani.

Sebab, bagi petani, ramah lingkungan bukan sekadar istilah. Ia tumbuh dari kebiasaan di lahan, dari pengetahuan yang diwariskan dan dikembangkan, serta dari kemauan untuk terus belajar. Di Subak Uma Juan, proses itu sedang berjalan—dari petani, untuk petani.

Koresponden: I Gusti Ayu Dwi Sugitarina Oka Distan Gianyar

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar