BerandaLintas DaerahUsia Boleh Senja, Semangat Bertani Tetap Menyala
Lintas Daerah

Usia Boleh Senja, Semangat Bertani Tetap Menyala

Usia boleh senja, tetapi semangat bertani tetap menyala. Itulah yang ditunjukkan para lansia di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring. Dengan pendampingan penyuluh pertanian, hobi mengelola pekarangan kini diarahkan menjadi aktivitas produktif yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menjaga kebugaran dan mempererat interaksi sosial.

FacebookWhatsAppXTelegram

Usia Boleh Senja, Semangat Bertani Tetap Menyala

GIANYAR — Usia boleh senja, tetapi semangat bertani tak boleh padam. Di Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, para lansia tetap aktif berkegiatan melalui pertanian pekarangan. Di balik aktivitas itu, peran penyuluh menjadi penggerak agar hobi tidak sekadar mengisi waktu, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif dan bermanfaat.

Kegiatan perkumpulan lansia yang berlangsung pada 20 Agustus tersebut dipusatkan di kawasan Rumah Pangan Lestari Desa Pejeng Kangin. Pertemuan menjadi ruang bagi para lansia untuk bertukar pengalaman sekaligus menyatukan gagasan dalam mengembangkan aktivitas pertanian yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.

WhatsApp Image 2026 08 25 at 08.18.36 (1)

Koordinator BPP Tampaksiring I Nengah Surata Adnyana, SP., mengatakan usia bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. Menurutnya, aktivitas pertanian bagi lansia justru dapat menjadi sarana menjaga semangat, mempererat hubungan sosial, sekaligus menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar.

“Yang penting kegiatan disesuaikan dengan kemampuan. Tidak harus mengelola lahan luas. Pemanfaatan pekarangan dan tanaman dalam pot bisa menjadi pilihan yang sederhana, tetapi tetap produktif,” ujar Surata.

BPP Tampaksiring, lanjutnya, siap memberikan pendampingan dan bimbingan teknis secara berkelanjutan. Sejumlah kegiatan yang akan dikembangkan antara lain penanaman cabai, terong dan gemitir dalam pot, serta pemanfaatan limbah canang untuk diolah menjadi pupuk organik.

Penyuluh Pertanian BPP Tampaksiring I Nyoman Murdiana, SP., menambahkan bahwa kegiatan pertanian bagi lansia sebaiknya dikembangkan secara praktis dan mudah diterapkan. Pemanfaatan barang dan bahan yang tersedia di sekitar rumah menjadi salah satu pendekatan agar kegiatan tidak membutuhkan biaya besar.

WhatsApp Image 2026 08 25 at 10.01.44 (3)

“Dengan memanfaatkan pekarangan dan pot, lansia tetap bisa berkegiatan sesuai kemampuan. Limbah canang juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik sehingga memiliki nilai guna dan tidak terbuang percuma,” jelas Murdiana.

Menurutnya, pendampingan penyuluh tidak hanya berkaitan dengan teknik budidaya. Penyuluh juga berperan memberikan motivasi, membangun kepercayaan diri, serta mendorong agar kegiatan pertanian menjadi bagian dari aktivitas sosial masyarakat.

Aktivitas tersebut mendapat dukungan Perbekel Desa Pejeng Kangin Dewa Nyoman Putra. Pemerintah desa siap memfasilitasi kegiatan para lansia, terlebih Desa Pejeng Kangin memiliki potensi pertanian yang cukup besar.

WhatsApp Image 2026 08 25 at 08.18.35 (2)


Pengembangan pertanian berbasis hobi dinilai menjadi pilihan yang tepat. Selain menghasilkan sayuran dan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, kegiatan tersebut juga membuka peluang tambahan penghasilan sekaligus menciptakan ruang interaksi sosial bagi para lansia.

Bagi BPP Tampaksiring, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pertanian dapat dirancang untuk semua kelompok usia. Penyuluh hadir bukan hanya sebagai pemberi informasi teknologi, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat, termasuk memastikan para lansia tetap memiliki ruang untuk berkarya.

Dari pekarangan sederhana di Pejeng Kangin, para lansia membuktikan bahwa bertani tidak mengenal batas usia. Selama ada kemauan dan pendampingan, usia senja pun tetap bisa produktif.

Koresponden: Surata Adnyana BPP Tampaksiring Gianyar

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar