BerandaLintas DaerahPenyuluh Bangli Bergerak Perluas PM-AAS
Lintas Daerah

Penyuluh Bangli Bergerak Perluas PM-AAS

Modernisasi pertanian mulai diperluas hingga ke tingkat subak. Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli terus bergerak mendampingi petani mengenal dan menerapkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Terbaru, sosialisasi digelar di Subak Aya Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Senin (24/8), dengan target awal penerapan mencapai 30–40 persen dari luas areal subak.

FacebookWhatsAppXTelegram
Penyuluh Bangli Bergerak Perluas PM-AAS

BANGLI — Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli terus bergerak memperluas penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di tingkat petani. Tak berhenti pada sosialisasi, penyuluh juga mendorong kesiapan petani untuk menerapkan teknologi tersebut langsung di lahan.

Terbaru, sosialisasi PM-AAS menyasar Subak Aya Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Senin (24/8), yang berlangsung di Balai Subak setempat. Kegiatan ini mendapat respons positif dari petani.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Kabupaten Bangli, I Made Atmika, SP., M.Agb., didampingi PPL Wilbin Kelurahan Kawan I Wayan Widnyana, S.Pt., M.Si., mengatakan sosialisasi menjadi langkah awal untuk mengenalkan sistem tanam PM-AAS sekaligus mendorong petani agar mampu menerapkannya.

“Yang penting petani mengetahui sistem tanam ini. Selanjutnya kami dorong agar petani mau menerapkan dan terampil mengoperasikannya,” ujar Atmika.

WhatsApp Image 2026 08 24 at 15.45.54


Antusiasme petani terlihat dari kesiapan Kelian Subak Aya Kawan, I Nyoman Sudama, yang menjadi petani pertama menyatakan siap menerapkan PM-AAS. Sejumlah petani lainnya kemudian menyatakan ketertarikan mengikuti langkah tersebut.

Subak Aya Kawan memiliki luas areal sekitar 30,85 hektare. Pada tahap awal, penerapan PM-AAS ditargetkan mencakup 30–40 persen, atau sekitar 9,26–12,34 hektare.

Menariknya, semangat petani tidak hanya ditunjukkan melalui kesiapan menerapkan sistem tanam PM-AAS. Petani juga berinisiatif membuat alat tanam secara swadaya sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, PPL Wilbin Kelurahan Kawan bersama Kelian Subak akan melakukan identifikasi dan pendataan calon petani penerap PM-AAS. Hasil pendataan menjadi dasar penentuan lokasi dan petani yang akan menerapkan teknologi tersebut pada tahap berikutnya.

Bagi penyuluh, keberhasilan PM-AAS bukan sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi memastikan inovasi tersebut dipahami, dicoba, dan berkembang dari satu petani ke petani lainnya. Dari Subak Aya Kawan, gerakan modernisasi pertanian diharapkan terus meluas dan mendorong peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Bangli.

Koresponden: Atmika BPP Bangli

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar