Beranda›Lintas Daerah›Made Sumetriani Pimpin TUK Perhiptani Bali
Lintas Daerah

Made Sumetriani Pimpin TUK Perhiptani Bali

Amanah baru dipercayakan kepada Made Sumetriani, MP. Ia dipercaya memimpin TUK Perhiptani Bali, lembaga yang diproyeksikan menjadi salah satu pintu penguatan kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian.

FacebookWhatsAppXTelegram

TABANAN – Langkah Perhiptani Bali memperkuat profesionalisme penyuluh pertanian memasuki babak baru. Made Sumetriani, MP., dipercaya sebagai Kepala Tempat Uji Kompetensi (TUK) Perhiptani Bali.

Penetapan tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPW Perhiptani Bali 2026 yang digelar di P4S Cau Chocolates Bali, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Jumat (25/9).

WhatsApp Image 2026 09 25 at 10.39.41 (2)


Keberadaan TUK diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pelaksanaan uji kompetensi. Lebih dari itu, TUK diproyeksikan menjadi bagian dari upaya membangun penyuluh pertanian yang semakin profesional, kompeten, dan mampu menjawab tuntutan perkembangan pertanian.

Ketua DPW Perhiptani Bali, Dr. I Wayan Alit Artha Wiguna, menyambut baik terbentuknya TUK tersebut. Dukungan itu menjadi sinyal bahwa penguatan kompetensi penyuluh mendapat perhatian penting dalam arah pengembangan organisasi Perhiptani Bali.

Made Sumetriani yang dipercaya memimpin TUK pun membawa amanah baru. Tantangannya bukan ringan. TUK dituntut mampu menjadi wadah yang kredibel dalam mendukung proses uji kompetensi penyuluh sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia penyuluh pertanian.

“TUK ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab. Kami berharap keberadaannya dapat menjadi wadah untuk mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme penyuluh pertanian. Tentu, semua ini membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh jajaran Perhiptani Bali,” ujar Made Sumetriani.

WhatsApp Image 2026 09 25 at 10.33.59 (1)


Menurutnya, kompetensi penyuluh tidak berhenti pada penguasaan teori. Pengalaman lapangan, kemampuan berkomunikasi, memahami kebutuhan petani, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi pertanian juga menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi penyuluh.

Karena itu, TUK diharapkan tidak hanya berbicara mengenai sertifikat kompetensi. Ada proses yang lebih besar di belakangnya, yakni membangun kepercayaan terhadap profesi penyuluh dan memastikan kompetensi yang dimiliki benar-benar relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Terpilihnya Made Sumetriani sebagai Kepala TUK menjadi langkah awal. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan TUK mampu tumbuh sebagai lembaga yang profesional dan memberi manfaat nyata bagi penyuluh.

WhatsApp Image 2026 09 25 at 10.33.58


Sebab, di tengah pertanian yang terus berubah, penyuluh pun dituntut tidak berhenti belajar. Petani membutuhkan penyuluh yang hadir dengan solusi. Dan solusi membutuhkan kompetensi. (DenBagus)

 

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar