Beranda›Lintas Daerah›Gianyar Pacu Pengembangan Bawang, Sembilan Unit Handsp…
Lintas Daerah

Gianyar Pacu Pengembangan Bawang, Sembilan Unit Handsprayer Disalurkan kepada Petani

Bukan sekadar mendorong petani menanam, Gianyar mulai memperkuat fondasi pengembangan bawang merah dan bawang putih. Sembilan unit handsprayer disalurkan untuk menunjang kegiatan budidaya. Dukungan sarana tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi petani untuk mengoptimalkan potensi lahan dan meningkatkan produktivitas.

FacebookWhatsAppXTelegram

GIANYAR – Pengembangan bawang merah dan bawang putih di Kabupaten Gianyar mulai dipacu. Tidak hanya membidik potensi lahan, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan sarana pertanian. Sebanyak sembilan unit handsprayer disalurkan kepada petani untuk menunjang kegiatan budidaya dan pemeliharaan tanaman.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menyiapkan petani mengembangkan komoditas bawang secara lebih terarah. Penguatan sarana produksi, penerapan teknologi, serta pendampingan penyuluh diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi usaha tani.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Kamis (5/11). Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi lintas instansi untuk menyatukan langkah sekaligus memastikan kebutuhan petani dapat terakomodasi.

arya1


Rakor melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Gianyar, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani sasaran.

Kelompok tani yang terlibat berasal dari Subak Peling, Subak Perejurit, Subak Celuk, dan Kelompok Tani Raja Prani, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Pelibatan petani sejak tahap koordinasi menjadi penting agar program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Salah satu bentuk konkret dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian berupa handsprayer oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, S.Sn., M.Si. Sebanyak sembilan unit bantuan dialokasikan kepada tiga subak sasaran, masing-masing tiga unit untuk Subak Celuk, Subak Perejurit, dan Subak Peling.

WhatsApp Image 2026 11 07 at 16.12.00


Dalam arahannya, Suarta menegaskan bahwa bantuan sarana pertanian merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapan petani mengembangkan bawang merah dan bawang putih di Gianyar.

“Bantuan handsprayer ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung petani. Kami berharap sarana yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kegiatan budidaya. Namun, yang tidak kalah penting adalah kesungguhan petani dalam menerapkan teknologi sesuai rekomendasi agar hasil yang diperoleh lebih optimal,” ujarnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ni Made Yuliani Putri, S.P., M.Agb., menjelaskan bahwa sembilan unit handsprayer tersebut didistribusikan kepada tiga subak sasaran. Masing-masing memperoleh tiga unit untuk menunjang kegiatan pemeliharaan tanaman, termasuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Kami ingin pengembangan bawang ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Harus ada keberlanjutan, mulai dari kesiapan sarana, penerapan teknologi, pemeliharaan hingga penanganan hasil panen. Dengan demikian, pengembangan komoditas ini benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani,” jelasnya.

3


Selain bantuan peralatan, pengembangan bawang juga diarahkan melalui koordinasi teknis dan pemanfaatan hasil analisis tanah. Ketepatan pengelolaan lahan, pemupukan, pengairan, serta pengendalian OPT menjadi aspek penting yang harus diperhatikan sejak awal. Sebab, keberhasilan budidaya tidak cukup hanya ditopang ketersediaan sarana produksi, tetapi juga ketepatan teknologi yang diterapkan.

Dalam konteks tersebut, peran penyuluh pertanian menjadi strategis. Pendampingan di tingkat lapangan diperlukan untuk menjembatani rekomendasi teknis dengan praktik budidaya petani. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan tidak sekadar menjadi inventaris kelompok, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan usaha tani.

Melalui sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, BBRMP Bali, penyuluh, dan kelompok tani, pengembangan bawang merah dan bawang putih di Gianyar diharapkan semakin terarah. Dukungan sarana pertanian menjadi pijakan awal, sementara penguatan kapasitas petani dan penerapan teknologi menjadi kunci keberlanjutannya.

WhatsApp Image 2026 11 07 at 16.11.58


Dari BPP Blahbatuh, ikhtiar itu mulai dirajut. Bukan semata mengejar luas tanam, melainkan membangun fondasi usaha tani yang lebih produktif. Harapannya, potensi lahan Gianyar dapat dioptimalkan, produksi bawang lokal meningkat, dan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih nyata. (DenBagus/DND)

Koresponden: Novita BPP Blahbatuh Gianyar.

 

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar