Beranda›Lintas Daerah›Mohammad Hanan: Inovasi Harus Berlanjut, Bukan Berhent…
Lintas Daerah

Mohammad Hanan: Inovasi Harus Berlanjut, Bukan Berhenti di Demplot

Demplot bukan garis akhir inovasi pertanian. Bagi Mohammad Hanan, SP., Koordinator BPP Kecamatan Sukasada, keberhasilan teknologi harus berlanjut menjadi pembelajaran dan penerapan nyata di tingkat petani. Sebab, inovasi bukan sekadar dipamerkan, tetapi harus dibuktikan manfaatnya dan dikawal keberlanjutannya.

FacebookWhatsAppXTelegram

BULELENG – Keberhasilan demplot pertanian tidak cukup diukur dari penampilan tanaman yang menjanjikan atau angka produktivitas yang tinggi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana hasil pengujian tersebut menjadi bahan pembelajaran, dikaji secara terukur, dan membuka peluang penerapan teknologi yang lebih luas di tingkat petani.

Pandangan itu menjadi pesan penting Mohammad Hanan, SP., Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukasada, saat mengapresiasi hasil demplot yang dikembangkan melalui kegiatan Farm Field Day (FFD) DPD PERHIPTANI Buleleng di Subak Pasut, Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

22


Menurut Hanan, demplot yang menunjukkan penampilan tanaman dan hasil yang baik secara visual di lapangan merupakan modal awal untuk memperkenalkan inovasi kepada petani. Namun, hasil tersebut perlu dipelajari lebih lanjut agar petani dapat memahami manfaat teknologi sekaligus mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kondisi lahan masing-masing.

“Demplot jangan hanya menjadi tempat menguji teknologi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi petani. Hasilnya perlu dibagikan, didiskusikan, dan dievaluasi agar inovasi yang diperkenalkan benar-benar memberikan manfaat,” demikian esensi pandangan Hanan terhadap pentingnya keberlanjutan inovasi pertanian.

Demplot Bukan Garis Akhir

Bagi penyuluh pertanian, demplot memiliki peran strategis sebagai media pembelajaran langsung. Petani tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga berkesempatan mengamati pertumbuhan tanaman, membandingkan perlakuan, serta mendiskusikan hasil yang diperoleh di lapangan.

Dalam kegiatan FFD di Subak Pasut, hasil demplot padi yang menerapkan inovasi teknologi, termasuk penggunaan agensia hayati Paenibacillus, menjadi salah satu bahan pembelajaran bersama. Produktivitas lahan perlakuan yang tercatat mencapai 12,08 ton per hektare gabah kering panen (GKP) menarik perhatian peserta untuk mencermati hasil pengujian tersebut.

haan.jpg2


Meski demikian, angka produktivitas itu tetap perlu ditempatkan sebagai hasil yang diperoleh pada petak perlakuan, bukan jaminan bahwa hasil serupa akan langsung tercapai di semua lahan. Perbedaan kondisi tanah, pengelolaan tanaman, ketersediaan air, cuaca, dan faktor budidaya lainnya dapat memengaruhi hasil akhir.

Karena itu, Hanan berharap petani tidak sekadar melihat hasil yang ditampilkan, tetapi juga memahami proses budidaya yang diterapkan. Dengan demikian, keputusan untuk mengadopsi teknologi dapat didasarkan pada pertimbangan teknis dan kebutuhan nyata di lapangan.

Penyuluh Mengawal Keberlanjutan

Keberlanjutan inovasi membutuhkan pendampingan yang konsisten. Di sinilah peran penyuluh menjadi penting, mulai dari memfasilitasi pembelajaran, membantu petani memahami teknologi, hingga mendorong evaluasi terhadap hasil penerapannya.

Pelaksanaan FFD yang melibatkan PERHIPTANI, penyuluh, petani, pemerintah, serta unsur TNI dan Polri juga memperlihatkan bahwa pembangunan pertanian memerlukan kerja bersama. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman dan memperkuat dukungan terhadap upaya peningkatan produktivitas serta efisiensi usaha tani.

WhatsApp Image 2026 10 19 at 22.10.45


Bagi BPP Kecamatan Sukasada, hasil demplot dapat menjadi titik awal untuk memperluas diskusi dan pembelajaran di kalangan petani. Teknologi yang dinilai menjanjikan perlu terus diamati dan diuji kesesuaiannya, sehingga penerapannya tidak semata-mata mengikuti tren, tetapi benar-benar menjawab persoalan budidaya yang dihadapi petani.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi pertanian tidak berhenti ketika kegiatan demplot selesai atau FFD berakhir. Ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah ketika petani memahami teknologi, mampu menilai manfaatnya, dan berani menerapkannya secara tepat sesuai kondisi lahannya.

Demplot boleh berakhir, tetapi proses belajar dan inovasi harus terus berjalan. Sebab, pertanian yang maju bukan hanya tentang menemukan teknologi baru, melainkan memastikan teknologi tersebut memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi petani. (DenBagus/DND)

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar