Dari kewirausahaan, generasi muda Buleleng membuktikan bahwa inovasi dan keberanian mengambil peluang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi daerah.
BULELENG — Pembinaan yang tepat dapat membuka jalan bagi lahirnya generasi muda berprestasi. Kiprah itu kembali terlihat di Kabupaten Buleleng. Dua pemuda besutan penyuluh BPP Sukasada Buleleng, Gede Nien Ari Cahyaadi dan I Kadek Gandhi, menerima penghargaan Pemuda Pelopor di bidang kewirausahaan dalam rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas semangat kepeloporan generasi muda dalam mengembangkan potensi, melahirkan inovasi, dan membangun kemandirian melalui kewirausahaan. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan pemuda yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu jalan untuk menumbuhkan sumber daya manusia yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.

Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan penghargaan kepada sembilan Pemuda Pelopor yang dinilai memiliki dedikasi, kreativitas, inovasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H., dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Buleleng.
Sembilan penerima penghargaan tersebut berasal dari berbagai bidang kepeloporan. Mereka adalah I Gede Febry Suka Wirya Artha di bidang budaya dan seni; Ida Ayu Mas Intariani, S.Pd., di bidang sosial dan pendidikan masyarakat; Gede Nien Ari Cahyaadi di bidang kewirausahaan; Komang Dewa Suparsa di bidang ekonomi digital; Komang Agus Ariyana, M.Pd., di bidang lingkungan; serta I Dewa Ayu Agung Rahadiani, I Kadek Gandhi, dan I Gede Sakha Ari Wibawa di bidang kewirausahaan.
Dalam proses pembinaan dan pengembangan kepeloporan, para penerima penghargaan didampingi oleh Pembina Pemuda Pelopor Kabupaten Buleleng, Dr. Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, M.Pd.
Membuka Jalan bagi Generasi Muda
Prestasi Gede Nien Ari Cahyaadi dan I Kadek Gandhi menjadi kabar membanggakan, khususnya dalam upaya mendorong tumbuhnya wirausaha muda di daerah. Keduanya menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk berkembang dan mengambil peran strategis melalui gagasan serta kegiatan produktif.

Bagi penyuluh pertanian BPP Sukasada Buleleng, capaian tersebut juga menjadi penyemangat bahwa pendampingan dan pembinaan generasi muda dapat memberikan dampak positif ketika potensi dikembangkan secara konsisten. Semangat ini penting untuk terus diperkuat agar semakin banyak anak muda berani berinovasi, membangun usaha, dan menciptakan peluang di lingkungannya.
Sementara itu, I Gede Febry Suka Wirya Artha, penerima penghargaan di bidang budaya dan seni, saat ini tengah berjuang mengikuti ajang Pemuda Pelopor tingkat nasional tahun 2026. Keikutsertaannya menjadi kesempatan untuk membawa kiprah pemuda Buleleng ke tingkat yang lebih luas.
Penghargaan Pemuda Pelopor bukan sekadar seremoni atau simbol apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak inisiatif, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Sumpah Pemuda, memperkuat persatuan, menumbuhkan daya saing, dan meneguhkan komitmen generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Buleleng pun memiliki modal penting untuk melangkah ke depan. Ketika kreativitas pemuda bertemu dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan lingkungan, kepeloporan tidak berhenti pada penghargaan. Ia dapat tumbuh menjadi gerakan nyata yang mendorong kemajuan daerah. (DND/DenBagus)






Komentar