Beranda›Lintas Daerah›Bukan Sekadar Kopi, Binaan Penyuluh Sukasada Raih Juar…
Lintas Daerah

Bukan Sekadar Kopi, Binaan Penyuluh Sukasada Raih Juara Favorit MPP Buleleng

Prestasi kembali ditorehkan petani muda binaan penyuluh pertanian. Gede Nein Ari Cahyadi, petani kopi asal Desa Kayu Putih, sukses meraih Juara Favorit Lomba Video Success Story Kecamatan se-Kabupaten Buleleng. Mengusung tema “Lebih dari Secangkir Kopi”, kisahnya membuktikan bahwa inovasi, keberanian berwirausaha, dan pendampingan penyuluh mampu mengangkat potensi desa menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.

FacebookWhatsAppXTelegram

Bukan Sekadar Kopi, Binaan Penyuluh Sukasada Raih Juara Favorit MPP Buleleng

BULELENG – Secangkir kopi bisa menjadi awal sebuah perubahan. Di tangan generasi muda yang berani berinovasi, kopi bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan sumber penghidupan, penggerak ekonomi desa, sekaligus peluang investasi. Kisah inilah yang mengantarkan Gede Nein Ari Cahyadi, petani muda asal Desa Kayu Putih, Kabupaten Buleleng, meraih Juara Favorit dalam Lomba Video Success Story Kecamatan se-Kabupaten Buleleng.

Prestasi tersebut diumumkan sekaligus diserahkan hadiahnya oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, Jumat (30/10/2026), dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Buleleng.

WhatsApp Image 2026 10 30 at 08.59.46


Mengusung tema “Lebih dari Secangkir Kopi”, video yang mewakili Kecamatan Sukasada itu mengangkat kisah perjalanan usaha kopi yang tumbuh dari desa. Bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang keberanian mengubah pola pikir, membaca peluang pasar, dan membangun usaha dengan nilai ekonomi yang semakin menjanjikan.

Perubahan itu tercermin dari perkembangan omzet usaha yang semula sekitar Rp10 juta menjadi Rp35,8 juta per tahun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi kopi lokal dapat dikembangkan menjadi usaha produktif ketika didukung kreativitas, inovasi, dan pendampingan yang tepat.

Di balik perjalanan tersebut, ada peran penyuluh pertanian yang turut mengawal tumbuhnya semangat kewirausahaan petani muda. Gede Nein Ari Cahyadi merupakan petani binaan I Dewa Nyoman Darmayasa, S.P., M.P., penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukasada.

WhatsApp Image 2026 10 30 at 10.28.49 (3)


Pendampingan penyuluh menjadi bagian penting dalam mendorong petani agar tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi juga mampu melihat pertanian sebagai peluang usaha yang memiliki prospek ekonomi. Petani muda perlu didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperluas pemasaran agar potensi lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penyuluhan pertanian tidak hanya berbicara tentang teknik budidaya. Lebih dari itu, penyuluhan berperan dalam membangun pola pikir, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan mendampingi petani agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

DUTA SUKASADA

Apresiasi juga disampaikan Ni Luh Putu Mariani, S.H., Kepala Seksi Pelayanan Administrasi Terpadu, yang mendampingi perwakilan Kecamatan Sukasada dalam kegiatan tersebut.

2


Ia mengapresiasi penyelenggaraan lomba video success story yang dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan inovasi. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit wirausaha baru yang berani menghadirkan terobosan dan membawa produk lokal semakin dikenal luas.

Menurutnya, capaian Gede Nein Ari Cahyadi patut dibanggakan. Sebagai duta Kecamatan Sukasada, ia mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya serta bersaing dengan peserta dari kecamatan lain.

Harapannya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sukasada untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jangkauan pasar.

WhatsApp Image 2026 10 30 at 10.28.50 (1)


Kisah “Lebih dari Secangkir Kopi” pun membawa pesan yang lebih luas. Bahwa potensi desa tidak akan berhenti sebagai kekayaan alam semata apabila generasi mudanya berani bergerak, berinovasi, dan mengolah peluang menjadi kekuatan ekonomi.

Di titik inilah sinergi petani muda, penyuluh pertanian, dan pemerintah menjadi penting. Sebab, pertanian masa depan bukan hanya tentang menghasilkan komoditas, melainkan juga menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat desa. (DenBagus/DND)

 

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar