Beranda›Lintas Daerah›Cepu Tak Hanya Bicara Migas, Ada Penyuluh yang Mengawa…
Lintas Daerah

Cepu Tak Hanya Bicara Migas, Ada Penyuluh yang Mengawal Petani

Perjalanan ngebolang awak media PERHIPTANI Bali di luar Bali belum usai. Setelah menyusuri Jogja, langkah berlanjut ke Cepu, Blora. Bukan sekadar singgah, awak media menyempatkan diri menyapa rekan-rekan penyuluh di BPP Cepu, bertukar cerita, pengalaman, dan denyut pengabdian di tengah petani.

FacebookWhatsAppXTelegram

CEPU – Usai beberapa hari ngebolang menyusuri sejumlah agenda di luar Bali, perjalanan awak media PERHIPTANI Bali berlanjut ke Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kota yang selama ini lekat dengan denyut industri minyak dan gas itu ternyata menyimpan cerita lain: perjuangan para penyuluh pertanian yang tak kalah menarik untuk disimak.

Di tengah perjalanan, awak media PERHIPTANI Bali menyempatkan diri menyambangi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cepu. Kunjungan sederhana itu berubah menjadi ruang berbagi pengalaman. Awak media PERHIPTANI Bali diterima Koordinator BPP Cepu Arifin, SP., bersama jajaran penyuluh.

2


Obrolan pun mengalir hangat. Bukan sekadar temu kangen sesama insan pertanian, tetapi juga bertukar cerita tentang dinamika penyuluhan di lapangan. Bagaimana penyuluh mendampingi petani, membaca persoalan desa, hingga mencari jalan keluar atas berbagai tantangan usaha tani.

Empat penyuluh, 17 desa. Angka yang menggambarkan betapa luasnya medan pengabdian penyuluh di Kecamatan Cepu.

Saat ini, BPP Cepu hanya diperkuat empat tenaga penyuluh yang harus memberikan pelayanan kepada petani di 17 desa. Dengan keterbatasan personel, para penyuluh dituntut tetap hadir di tengah petani. Bukan hanya menyampaikan teknologi, tetapi juga menjadi tempat petani bertanya, berdiskusi, sekaligus mencari solusi.

“Di lapangan memang tantangannya tidak sedikit. Tetapi penyuluh harus tetap hadir dan mendampingi petani,” demikian semangat yang terasa dalam perbincangan di BPP Cepu.

WhatsApp Image 2026 10 05 at 14.41.45


Menariknya, pembicaraan juga menyentuh Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Konsep pertanian modern ini menjadi salah satu topik yang ikut diperbincangkan, terutama bagaimana inovasi dan mekanisasi dapat didorong agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Tak kalah penting, para penyuluh BPP Cepu juga tengah disibukkan dengan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Persoalan pupuk untuk musim dan kebutuhan tahun mendatang menjadi bagian dari pekerjaan yang harus disiapkan sejak dini.

Di situlah peran penyuluh kembali menemukan maknanya. Pekerjaan mereka bukan semata datang ke sawah dan bertemu petani. Ada data yang harus dihimpun, kebutuhan yang harus dipetakan, teknologi yang perlu dikenalkan, hingga berbagai persoalan petani yang mesti dikawal.

WhatsApp Image 2026 10 05 at 14.41.55 (2)


Dari Bali ke Cepu, Satu Bahasa: Petani

Perjalanan awak media PERHIPTANI Bali ke Cepu akhirnya bukan sekadar persinggahan. Ada cerita yang dibawa pulang, bahwa di mana pun penyuluh bertugas, persoalan petani memiliki warna yang berbeda, tetapi semangat pengabdiannya tetap sama.

Dari Bali, Jogja, hingga Cepu, penyuluh bertemu dalam satu bahasa—bahasa pengabdian kepada petani.

Dan mungkin, itulah makna ngebolang yang sesungguhnya. Bukan sekadar berpindah tempat, melainkan memperluas pandangan, memperbanyak cerita, dan mempertemukan pengalaman. Sebab dari setiap BPP yang disinggahi, selalu ada kisah penyuluhan yang layak dibagikan. (DND/DenBagus)

 

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar