DENPASAR – KTNA Bali mulai mematangkan sejumlah agenda strategis organisasi. Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Bali belum lama ini, selain membahas persiapan Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026, Kabupaten Badung ditetapkan sebagai tuan rumah PEDA KTNA Bali 2028.
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum konsolidasi KTNA Provinsi Bali untuk menyatukan langkah menghadapi sejumlah agenda penting, baik di tingkat nasional maupun daerah. Penguatan kelembagaan, persiapan delegasi Bali ke forum nasional, hingga persiapan PEDA 2028 menjadi bagian dari pembahasan.
Ketua KTNA Provinsi Bali Nyoman Selamat mengatakan, konsolidasi diperlukan agar organisasi semakin solid dan mampu menjalankan perannya dalam mengawal kepentingan petani dan nelayan.

“KTNA harus tetap menjadi rumah bersama bagi petani dan nelayan. Karena itu, organisasi harus terus diperkuat agar mampu hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Agenda terdekat yang menjadi perhatian adalah Rembug Paripurna KTNA Nasional dan Expo yang dijadwalkan berlangsung 18–21 September 2026 di Batu, Malang.
Forum tersebut menjadi momentum penting bagi KTNA dari seluruh Indonesia untuk melakukan konsolidasi sekaligus bertukar pengalaman, gagasan, dan inovasi di bidang pertanian dan perikanan.
Delegasi Bali akan membawa potensi dan pengalaman daerah, sekaligus menyerap berbagai inovasi dari daerah lain yang dinilai dapat dikembangkan di Bali.
Selain agenda nasional, rapat juga membahas penguatan koordinasi kelembagaan KTNA Bali. Sesuai arahan Gubernur Bali, leading sector pembinaan KTNA yang sebelumnya berada di bawah Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) direncanakan bergeser ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Langkah tersebut diharapkan membuat pembinaan KTNA semakin linier dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Koordinasi antara pemerintah daerah dan organisasi petani pun diharapkan semakin efektif, terutama dalam menerjemahkan program pembangunan pertanian hingga ke tingkat lapangan.
Dewan Pertimbangan Organisasi KTNA Provinsi Bali, Made Suparsa, menilai penguatan kelembagaan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi.
“KTNA harus mampu menjadi jembatan antara petani dan nelayan dengan pemerintah. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan sinergi harus terus diperkuat,” katanya.
Sementara itu, perhatian KTNA Bali juga diarahkan pada agenda besar di daerah. Kabupaten Badung ditetapkan sebagai tuan rumah PEDA KTNA Bali 2028.
Penetapan tersebut dinilai memberikan waktu yang cukup untuk menyiapkan penyelenggaraan secara matang. PEDA diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi etalase potensi, inovasi, dan kemajuan pertanian serta perikanan Bali.
Berbagai kegiatan dapat dikembangkan dalam ajang tersebut, mulai gelar teknologi dan inovasi, pameran produk unggulan, temu usaha, hingga pertukaran pengalaman antarpelaku utama pertanian dan nelayan.
“Karena pelaksanaannya masih cukup panjang, persiapan harus dilakukan sejak sekarang. Kita ingin PEDA 2028 benar-benar menjadi momentum yang membanggakan sekaligus memberi manfaat bagi petani dan nelayan Bali,” ujar Nyoman Selamat.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga berkembang pembahasan mengenai Rembug Paripurna KTNA Nasional, termasuk dinamika bakal calon Ketua Umum KTNA Nasional periode 2026–2031.
Bagi KTNA Bali, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Apa pun dinamika yang berkembang, kepentingan petani dan nelayan tetap menjadi orientasi utama.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin KTNA secara nasional, kita berharap mampu membawa organisasi semakin kuat, solid, dan dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi petani dan nelayan,” tegasnya.

Dengan konsolidasi tersebut, KTNA Bali mulai menata langkah menuju dua momentum penting. Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 menjadi agenda terdekat, sementara PEDA KTNA Bali 2028 di Badung menjadi sasaran jangka menengah.
Dari ruang rapat di Kantor Gubernur Bali, agenda itu kini mulai dipersiapkan. Bukan sekadar untuk menyukseskan kegiatan, tetapi untuk memperkuat kembali posisi KTNA sebagai bagian penting dalam mengawal pembangunan pertanian dan ketahanan pangan Bali. (DenBagus)






Komentar