Beranda›Lintas Daerah›2.400 Bibit Musangking Tiba, Harapan Baru Petani Gopal…
Lintas Daerah

2.400 Bibit Musangking Tiba, Harapan Baru Petani Gopala Nandini

Sebanyak 2.400 bibit durian varietas Musangking tiba di KTT Gopala Nandini pada Rabu, (4/11). Bukan sekadar bantuan tanaman, kehadirannya membawa harapan baru bagi petani untuk mengembangkan kawasan durian seluas 24 hektare. Di balik program HDDAP ini, penyuluh pertanian hadir mengawal, mendampingi, dan memastikan setiap bibit tumbuh menjadi investasi masa depan petani.

FacebookWhatsAppXTelegram

BULELENG - Harapan baru mulai tumbuh di kalangan petani KTT Gopala Nandini. Sebanyak 2.400 bibit durian varietas Musangking disalurkan melalui Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). Bantuan ini menjadi langkah awal pengembangan kawasan durian seluas 24 hektare sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Penyaluran bibit yang berlangsung di halaman Sekretariat KTT Gopala Nandini tersebut disambut antusias oleh anggota kelompok. Bagi petani, bantuan ini bukan sekadar pembagian bibit, melainkan peluang untuk mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang diharapkan menjadi sumber penghasilan baru pada masa mendatang.

WhatsApp Image 2026 11 04 at 14.11.24 (6)


HDDAP merupakan program Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura yang diarahkan untuk mendorong pengembangan komoditas hortikultura, khususnya di kawasan lahan kering. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pengembangan kawasan usaha tani yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Di balik kegiatan tersebut, peran penyuluh pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mengawal pelaksanaan program di tingkat lapangan. PPL Wilayah Binaan Desa Banjar, Shinta Istihsan, S.P., bersama fasilitator turut mendampingi proses penyaluran bantuan agar berjalan sesuai perencanaan. Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan petani siap mengelola bantuan secara optimal.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua KTT Gopala Nandini, Dewa Ketut Sutana, serta para anggota kelompok tani. Kehadiran penyuluh di tengah petani mencerminkan pentingnya pendampingan berkelanjutan, mulai dari penerimaan bantuan hingga implementasi teknologi dan pengelolaan usaha tani.

Pemilihan varietas Musangking diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dalam pengembangan kawasan ini. Durian yang dikenal memiliki cita rasa khas dan nilai jual menarik tersebut berpotensi menjadi komoditas unggulan apabila dikelola dengan teknik budidaya yang tepat.

WhatsApp Image 2026 11 04 at 14.11.25 (2)


Ketua KTT Gopala Nandini, Dewa Ketut Sutana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan yang diterima kelompok.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan bibit durian melalui Program HDDAP ini. Bantuan sebanyak 2.400 pohon untuk pengembangan lahan seluas 24 hektare merupakan kesempatan besar bagi kelompok kami. Ini bukan hanya bantuan bibit, tetapi juga harapan dan motivasi bagi petani untuk lebih maju.

Kami berkomitmen merawat dan mengembangkan bibit ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan menjadi kebun durian yang produktif, memberikan hasil, serta meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI, seluruh pihak yang telah mendukung, serta PPL dan fasilitator yang terus mendampingi kami," ungkapnya.

WhatsApp Image 2026 11 04 at 14.11.25 (3)


Bagi penyuluh pertanian, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah bibit diserahkan kepada petani. Keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang didistribusikan, tetapi sejauh mana tanaman tersebut tumbuh, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi.

Karena itu, pendampingan perlu terus dilakukan, mulai dari persiapan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga pengembangan usaha tani. Penyuluh diharapkan menjadi mitra petani dalam memecahkan persoalan teknis sekaligus mendorong penerapan budidaya yang lebih baik.

Sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, fasilitator, dan kelompok tani menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan durian yang produktif. Di sinilah peran penyuluh menemukan maknanya: tidak hanya menyampaikan informasi dan teknologi, tetapi juga menggerakkan, mendampingi, serta mengawal petani menuju kemandirian usaha tani.

Sebanyak 2.400 bibit hari ini menjadi awal perjalanan panjang menuju pengembangan kawasan durian seluas 24 hektare. Memang, buahnya tidak bisa dipetik dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan perawatan yang konsisten. Namun, setiap pohon yang tumbuh dengan baik adalah investasi bagi masa depan petani.

WhatsApp Image 2026 11 04 at 14.11.24 (7)


HDDAP bukan sekadar program penyaluran bibit, melainkan upaya menanam harapan dan membangun peluang ekonomi baru. Dengan pendampingan penyuluh dan komitmen petani, Musangking diharapkan tidak hanya tumbuh subur di lahan Gopala Nandini, tetapi kelak menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga petani. (DenBagus/DND)

Koresponden: Shinta BPP Banjar Buleleng

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar