BerandaLintas DaerahDrone Kawal Padi, OPT Dibendung
Lintas Daerah

Drone Kawal Padi, OPT Dibendung

Drone tak hanya terbang di udara. Di tangan petugas perlindungan tanaman, teknologi itu kini turun langsung ke hamparan sawah. Di Subak Taman, Abiansemal, drone dimanfaatkan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) padi secara cepat, efisien, dan tepat sasaran.

FacebookWhatsAppXTelegram

BADUNG – Teknologi drone mulai menjadi bagian penting dalam perlindungan tanaman padi di Kabupaten Badung. Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) padi dilakukan dengan memanfaatkan drone pertanian untuk memastikan pengendalian berlangsung lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim URC (Unit Reaksi Cepat) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, berkolaborasi dengan jajaran penyuluh pertanian. Gerakan pengendalian dipusatkan di areal persawahan Subak Taman, Abiansemal, Badung, melibatkan unsur pemerintah, penyuluh, pekaseh, serta petani anggota subak.

2


Kegiatan diikuti Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) beserta jajaran, Katimker Kabupaten Badung, Koordinator BPP Abiansemal, penyuluh pertanian, Pekaseh Subak Taman, serta sejumlah petani anggota subak.

Gerakan diawali dengan pemantauan kondisi pertanaman dan identifikasi keberadaan OPT di lapangan. Hasil pengamatan menjadi dasar dalam menentukan lokasi dan luasan areal yang memerlukan tindakan pengendalian.

Setelah sasaran ditetapkan, aplikasi bahan pengendali dilakukan menggunakan drone pertanian. Teknologi ini memungkinkan bahan pengendali diaplikasikan secara lebih merata pada areal sasaran dalam waktu relatif singkat.

Penggunaan drone memberikan sejumlah keuntungan di lapangan. Selain menghemat tenaga dan waktu, teknologi tersebut dapat mengurangi kontak langsung petugas dengan bahan pengendali. Drone juga menjadi solusi ketika kondisi pertanaman sulit dilalui, terutama pada tanaman padi yang sudah tinggi maupun lahan dalam kondisi basah.

WhatsApp Image 2026 09 10 at 19.52.42 (3)


Namun, pemanfaatan teknologi tidak berarti mengabaikan prinsip pengendalian yang ramah lingkungan. Gerakan pengendalian tetap mengedepankan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Artinya, tindakan pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan tingkat serangan OPT, bukan semata-mata karena adanya organisme pengganggu di lahan.

Di tengah gerakan tersebut, petani juga mendapat penguatan mengenai pentingnya pemantauan pertanaman secara berkala, sanitasi lahan, pengelolaan lingkungan, serta penerapan teknik budidaya yang mendukung kesehatan tanaman.

Pemanfaatan drone menjadi gambaran bahwa perlindungan tanaman padi kini tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Teknologi mulai hadir langsung di tengah hamparan sawah, membantu petugas dan petani merespons ancaman OPT dengan lebih cepat dan terukur.

WhatsApp Image 2026 09 10 at 19.52.42 (1)


Gerakan pengendalian ini diharapkan mampu menekan perkembangan OPT, menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal, sekaligus meminimalkan potensi kehilangan hasil. Lebih jauh, penggunaan drone diharapkan menjadi bagian dari transformasi menuju pertanian modern yang semakin presisi, efisien, dan adaptif terhadap tantangan di lapangan.

Dari sawah Badung, teknologi bergerak mendampingi petani—menjaga tanaman, menekan risiko, dan mengawal produktivitas padi.

Koresponden: Agung Apriadi BPP Abiansemal Badung

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar