GIANYAR – Pertanian modern tak cukup hanya diperkenalkan di ruang pertemuan. Teknologi harus turun langsung ke sawah, disentuhkan dengan pengalaman petani, lalu dibuktikan manfaatnya. Semangat itulah yang terus didorong para penyuluh pertanian di Kabupaten Gianyar melalui pengenalan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Di Subak Langkih, Banjar Pejeng Aji, Desa Tegallalang, Gianyar, gerakan tanam padi kembali dilakukan dengan memanfaatkan seeder. Kegiatan tersebut melibatkan Tim Kerja Kabupaten Gianyar bersama para penyuluh pertanian BPP Kecamatan Gianyar serta Babinsa.

Kegiatan dikomandoi Katimker Kabupaten Gianyar I Made Geben, SP. Bersama jajaran penyuluh, ia mendampingi petani dalam praktik langsung penggunaan seeder untuk penanaman padi pada lahan seluas 25 are.
Bagi petani, praktik langsung menjadi ruang belajar yang lebih nyata. Bukan sekadar melihat teknologi, tetapi mencoba sendiri bagaimana alat tersebut digunakan di lahan.
Salah satu petani yang menunjukkan antusiasme tinggi adalah Pande Wayan Dolir. Ia dikenal cukup terbuka terhadap berbagai inovasi dan tidak ragu mencoba metode baru yang dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha tani.
“Saya tertarik mencoba karena ingin tahu sejauh mana seeder ini bisa membantu pekerjaan di sawah. Selama ini kita terbiasa dengan cara tanam yang sudah dilakukan turun-temurun. Kalau ada teknologi yang bisa membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien, tentu saya siap mencoba. Yang penting kita lihat hasilnya di lapangan,” ujar Pande Wayan Dolir.

Pendekatan seperti ini menjadi penting dalam mempercepat penerapan PM-AAS. Petani tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku yang mencoba, mengamati, dan menilai sendiri teknologi yang diperkenalkan.
Penggunaan seeder di Subak Langkih sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pola tanam yang lebih efisien dan mendukung modernisasi pertanian. Kehadiran penyuluh di lapangan menjadi jembatan penting agar inovasi tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar dapat diterapkan petani.
Dari lahan seluas 25 are di Langkih, pesan sederhana kembali ditegaskan, pertanian modern dimulai ketika petani berani mencoba. Dan ketika penyuluh hadir mendampingi, teknologi memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi kebiasaan baru di tengah petani.
Koresponden: Aurashka BPP Tegalalang Gianyar







Komentar