BerandaLintas DaerahPM-AAS Dikebut, Penyuluh Bangli Bergerak
Lintas Daerah

PM-AAS Dikebut, Penyuluh Bangli Bergerak

Target 456 hektare, realisasi baru 2,59 hektare. Angka itu menjadi alarm bagi penyuluh pertanian Kabupaten Bangli. Tak ada waktu untuk berjalan lambat. Penyuluh diminta merapatkan barisan, turun lebih intensif ke lapangan dan menggeber penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).

FacebookWhatsAppXTelegram

BANGLI – Target 456 hektare, realisasi baru 2,59 hektare. Angka itu menjadi alarm bagi penyuluh pertanian Kabupaten Bangli. Tak ada waktu untuk berjalan lambat. Penyuluh diminta bergerak lebih cepat, turun ke lapangan, dan menggeber penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli yang digelar di ruang pertemuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangli. Rakor menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyatukan langkah penyuluh dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian hingga tingkat petani.

2


Kegiatan diikuti jajaran penyuluh pertanian Kabupaten Bangli dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma, BRMP, Kabid Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta jajaran Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli, I Made Atmika, mengatakan Rakor menjadi ruang penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat langkah penyuluh di lapangan.

“Kita tidak hanya berbicara mengenai capaian, tetapi bagaimana menyusun langkah bersama agar program-program strategis Kementerian Pertanian benar-benar dapat dikawal sampai tingkat petani,” ujar Atmika.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah agar dapat dipahami dan diterapkan petani. Karena itu, penyuluh dituntut tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mendampingi penerapan teknologi dan mencari solusi sesuai kondisi wilayah binaan.

3


Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menekankan pentingnya menjaga sinergitas antara pemerintah daerah dan penyuluh.

“Penyuluh merupakan bagian penting dalam mengawal program pertanian di lapangan. Namun, di tengah fokus terhadap program strategis, jangan sampai kita melupakan komoditas unggulan daerah dan isu-isu terkini pertanian dalam arti luas,” tegas Sarma.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar penyuluh tetap berpijak pada potensi wilayah dan kebutuhan petani, di samping mengejar target program pemerintah.

Hari pertama Rakor membahas evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Hingga akhir Agustus 2026, realisasi LTT Kabupaten Bangli mencapai 2.598,16 hektare atau 63,71 persen dari target.

Kecamatan Susut mencatat capaian tertinggi, yakni 1.338,67 hektare atau 84,87 persen. Capaian tersebut menunjukkan masih terdapat peluang untuk terus digenjot hingga akhir tahun.

Kabupaten Bangli mendapat target penerapan PM-AAS seluas 456 hektare, atau rata-rata sekitar 6 hektare untuk setiap penyuluh. Namun, hingga 27 Agustus 2026, realisasi baru 2,59 hektare.

atmika


Capaian tersebut menjadi tantangan yang harus segera dijawab.

Angka 2,59 hektare bukan untuk membuat kita berkecil hati, tetapi menjadi alarm untuk bergerak lebih cepat. Target 456 hektare harus kita jawab dengan pendekatan kepada petani, pendampingan dan pemetaan lahan yang lebih intensif.

Ia menegaskan keberhasilan PM-AAS membutuhkan dukungan lintas pihak. Pemerintah daerah, pengurus subak, kelompok tani dan petani harus bergerak dalam satu arah.

Koresponden: Atmika BPP Bangli

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar