BerandaLintas DaerahWayan Geten Tak Pernah Pensiun dari Sawah
Lintas Daerah

Wayan Geten Tak Pernah Pensiun dari Sawah

Bagi Wayan Geten, usia 75 tahun bukan alasan untuk meninggalkan sawah. Ketika awak media Perhiptani datang, ia justru tengah bersiap menyemprot tanaman padi. Di lahan 40 are itu, petani Subak Bunut ini masih menunjukkan satu hal, semangat bertani belum mengenal pensiun.

FacebookWhatsAppXTelegram

GIANYAR — Usianya sudah 75 tahun. Namun, langkah Wayan Geten masih setia menuju sawah. Saat awak media Perhiptani menemuinya di Subak Bunut, Banjar Batuan, Sukawati, Gianyar, ia tengah bersiap menyemprot tanaman padi di lahan seluas sekitar 40 are.

Tak banyak yang berubah dari kesehariannya. Sawah tetap menjadi bagian penting dalam hidup Geten. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya menggarap lahan. Bertani menjadi pekerjaan yang dijalani hampir sepanjang hidupnya.

WhatsApp Image 2026 09 10 at 04.23.22


Ketika masih muda, Geten sempat bekerja sebagai buruh tukang. Namun, dunia pertanian tetap menjadi pilihan utama. Hingga kini, di usia senja, ia masih turun langsung ke lahan, memastikan tanaman padinya tumbuh dan terawat.

Puluhan tahun menjadi petani membuat Geten akrab dengan berbagai dinamika di sawah. Ia mengaku tidak pernah mengalami serangan hama maupun penyakit yang sampai menyebabkan kerugian besar.

Bahkan, ketika tanaman padi di lahan tetangga terserang tikus, sawah miliknya relatif aman. Serangan memang ada, tetapi tidak sampai mengganggu hasil secara berarti.

“Selama bertani, hasilnya selalu ada. Kalau hama juga tidak pernah sampai merugikan,” ujarnya.

Bagi Geten, merawat tanaman merupakan bagian dari tanggung jawab petani. Karena itu, meski usia telah mencapai 75 tahun, ia masih berusaha melakukan perawatan tanaman secara langsung. Adegan ketika ditemui awak media Perhiptani tengah bersiap menyemprot padi menjadi gambaran sederhana tentang keteguhan seorang petani yang tidak ingin begitu saja meninggalkan sawah.

WhatsApp Image 2026 09 10 at 04.23.22 (2)


Namun, perjalanan Geten tidak hanya tentang menanam dan memanen. Ia juga ikut terlibat dalam program mandiri benih yang dikembangkan Dinas pertanian Kabupaten Gianyar.

Keterlibatan tersebut rupanya memberikan kesan tersendiri. Geten mengaku senang bisa diberi kesempatan ikut dalam program perbenihan. Baginya, petani tidak hanya menjadi pengguna benih, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menyediakan benih untuk keberlanjutan usaha tani.

“Saya senang bisa ikut dalam program perbenihan. Petani juga bisa ikut menghasilkan benih,” katanya.

Bagi petani seusianya, keterlibatan itu menjadi kebanggaan tersendiri. Pengalaman panjang di sawah kini bertemu dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian benih di tingkat petani.

Geten mungkin tidak lagi muda. Tetapi semangatnya masih sama, turun ke sawah, merawat tanaman, menjaga hasil, dan mengambil bagian dalam kegiatan yang diyakininya bermanfaat bagi petani.

3


Tujuh puluh lima tahun telah dilewati bersama sawah. Dan bagi Wayan Geten, selama masih mampu melangkah ke pematang, bertani belum menjadi cerita yang selesai.

Sebab, dari tangannya, bukan hanya padi yang tumbuh. Semangat untuk menjaga keberlanjutan benih dan kehidupan petani pun terus ia rawat. (DenBagus)

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar