BerandaLintas DaerahPenyuluh Bekali 20 Pekaseh, Ikan Disulap Jadi Asam Ami…
Lintas Daerah

Penyuluh Bekali 20 Pekaseh, Ikan Disulap Jadi Asam Amino

Dari ikan, penyuluh menebar inovasi. Sebanyak 20 Pekaseh se-Kecamatan Tampaksiring diajak belajar langsung mengolah ikan mujair dan lele menjadi asam amino. Inovasi sederhana berbasis potensi lokal itu diharapkan menjadi bekal bagi Pekaseh untuk diteruskan kepada petani di wilayahnya.

FacebookWhatsAppXTelegram

Ikan mujair dan lele selama ini identik dengan lauk di meja makan. Namun, di tangan penyuluh pertanian BPP Tampaksiring, Gianyar, ikan juga bisa memiliki “jalan hidup” lain. Bukan sekadar dikonsumsi, tetapi diolah menjadi asam amino untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Inovasi berbasis potensi lokal tersebut diperkenalkan kepada 20 Pekaseh se-Kecamatan Tampaksiring melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tematik Pembuatan Asam Amino di BPP Tampaksiring, Senin (31/8). Kegiatan ini dilaksanakan BPP Tampaksiring bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar.

2


Bimtek menjadi ruang pembelajaran langsung bagi para Pekaseh. Tak hanya mendapatkan penjelasan, peserta juga diperkenalkan pada praktik pemanfaatan ikan mujair dan lele sebagai bahan baku asam amino, dengan dukungan bahan lokal lainnya seperti buah nanas.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan, I Wayan Selamet, SP, mengatakan bimtek tematik memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku petani.

Menurutnya, penyuluhan tidak cukup hanya berhenti pada penyampaian informasi. Petani perlu mendapatkan tambahan pengetahuan, perubahan sikap, sekaligus keterampilan yang bisa diterapkan secara langsung.

“Melalui bimtek ini petani dapat menambah pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam membuat asam amino yang merupakan bagian dari pupuk organik cair,” ujarnya.

Selamet menilai pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun pertanian berkelanjutan. Karena itu, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan dengan menggali berbagai sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

3


“Hal-hal seperti ini ke depan perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Pertanian organik perlu terus disinergikan,” tegasnya.

Pesan tersebut sejalan dengan langkah BPP Tampaksiring yang menjadikan inovasi sederhana sebagai materi pembelajaran bagi petani. Penyuluh hadir bukan hanya sebagai penyampai teknologi, tetapi sebagai fasilitator yang mempertemukan pengetahuan, potensi lokal, dan kebutuhan petani di lapangan.

Koordinator BPP Tampaksiring sekaligus narasumber bimtek, I Nengah Surata Adnyana, SP, menjelaskan asam amino merupakan senyawa penyusun protein yang berperan dalam sistem metabolisme tanaman. Keberadaannya dapat membantu mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus membantu proses pemulihan tanaman yang mengalami stres.

“Tujuan pembuatan asam amino ini adalah memanfaatkan bahan lokal sekaligus menambah nilai guna ikan seperti mujair dan lele. Pemanfaatannya dapat disinergikan dengan pupuk kimia sesuai kebutuhan tanaman,” jelas Surata.

Menurut dia, pemanfaatan bahan lokal seperti ikan menjadi asam amino juga membuka perspektif baru bagi petani. Bahan yang sebelumnya hanya memiliki nilai konsumsi dapat diolah menjadi input pendukung budidaya.

Sementara itu, I Nyoman Murdiana, SP, selaku pemandu bimtek, mengatakan penggunaan asam amino di kalangan petani Tampaksiring masih tergolong baru. Selama ini, asam amino lebih familiar digunakan pada tanaman hortikultura, terutama untuk membantu pemulihan tanaman yang mengalami stres setelah pemindahan.

“Selain membantu pemulihan tanaman, penggunaannya juga mendukung pertumbuhan tanaman,” katanya.

Respons positif datang dari peserta. I Made Sadera, Pekaseh Rajasuta, Pejeng Kaja, menilai bimtek tersebut memberikan pengetahuan baru bagi para Pekaseh, terutama mengenai ragam pupuk organik cair.

“Bimtek ini sangat penting untuk mengenal macam-macam pupuk organik cair berupa asam amino. Ternyata dari ikan juga bisa digunakan sebagai pupuk yang dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman,” ungkapnya.

4


Bagi Sadera, pengetahuan tersebut menarik karena bahan bakunya relatif mudah ditemukan. Pemanfaatan potensi lokal juga memberikan alternatif bagi petani untuk mengenal berbagai sumber bahan organik yang bisa mendukung kegiatan budidaya.

Bagi BPP Tampaksiring, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pertanian tidak selalu harus rumit. Ikan yang tersedia di sekitar petani pun bisa menjadi bahan pembelajaran untuk menghasilkan input pertanian.

Di sinilah sinergi penyuluh BPP Tampaksiring dan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menemukan bentuk nyatanya. Dinas memberikan penguatan kebijakan dan dukungan, penyuluh menerjemahkan inovasi menjadi pembelajaran praktis, sementara Pekaseh menjadi penggerak yang diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut ke subak dan petani.

Dari ikan menjadi asam amino. Dari bimtek menjadi keterampilan. Dan dari potensi lokal, BPP Tampaksiring bersama Distan Gianyar menanam gagasan baru tentang pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Koresponden: Surata BPP Tampaksiring Gianyar

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar