BerandaLintas DaerahPenyuluh dan Dinas Pertanian Kawal Alsintan Dukungan BI
Lintas Daerah

Penyuluh dan Dinas Pertanian Kawal Alsintan Dukungan BI

Dari sawah, kebutuhan petani diterjemahkan menjadi usulan program. Penyuluh bersama Dinas Pertanian dan Bank Indonesia turun memverifikasi calon petani dan calon lokasi (CPCL) bantuan alsintan di Subak Culeg, Desa Singapadu, Sukawati. Bukan sekadar menghadirkan mesin, tetapi memastikan teknologi yang didorong benar-benar menjawab kebutuhan petani.

FacebookWhatsAppXTelegram

GIANYAR – Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) idealnya tidak berangkat dari sekadar daftar kebutuhan. Ia harus tumbuh dari persoalan nyata di lahan. Prinsip itu yang mengemuka dalam verifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan alsintan dari Bank Indonesia (BI) di Subak Culeg, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Rabu (16/9).

Verifikasi yang berlangsung di Pura Subak Culeg tersebut mempertemukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bank Indonesia, penyuluh pertanian, aparat kewilayahan, dan petani. Mereka bersama-sama melihat kebutuhan di lapangan sebelum usulan bantuan diproses lebih lanjut.

Dari jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar hadir Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) bersama staf pendamping. Sementara Bank Indonesia menurunkan dua staf untuk melakukan verifikasi terhadap calon petani dan calon lokasi penerima bantuan.

WhatsApp Image 2026 09 16 at 22.34.07 (1)


Koordinator BPP Sukawati Ni Ketut Poliadi, S.P., bersama seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sukawati turut mengawal proses tersebut. Hadir pula Pekaseh Subak Culeg I Made Mardika, Babinsa Desa Singapadu Yusa, dua mahasiswa Universitas Udayana yang sedang melaksanakan magang, serta 15 petani anggota Subak Culeg.

Bagi penyuluh, verifikasi CPCL bukan sekadar tahapan administratif. Di sinilah kebutuhan petani dipastikan agar selaras dengan intervensi program.

“Penyuluh berada paling dekat dengan petani. Karena itu, kami berkewajiban mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan di lapangan. Usulan alsintan ini kami kawal agar sesuai dengan kondisi usaha tani dan nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok,” ujar Ni Ketut Poliadi.

Dalam verifikasi tersebut, Subak Culeg mengusulkan kultivator sebagai kebutuhan utama. Sebagai alternatif, kelompok juga mengajukan mesin penyemprot pupuk.

Kedua usulan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan budidaya di lapangan, terutama untuk membantu efisiensi pekerjaan petani. Kehadiran alsintan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manual sekaligus mempercepat pekerjaan di lahan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb.,  menegaskan bahwa ketepatan sasaran menjadi bagian penting dalam proses pengajuan bantuan.

“Kita ingin bantuan yang diberikan betul-betul menjawab kebutuhan petani. Karena itu, verifikasi CPCL tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga kondisi di lapangan. Apa yang dibutuhkan petani, itu yang harus kita dorong agar bantuan nantinya memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Menurut Yulia, bantuan alsintan tidak seharusnya berhenti pada persoalan pengadaan. Yang lebih penting adalah memastikan alat tersebut benar-benar digunakan dan memberikan dampak terhadap usaha tani.

“Jangan sampai alatnya ada, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan. Yang kita harapkan justru sebaliknya, alat yang diberikan benar-benar bekerja dan membantu petani,” tambahnya.

Dari sisi Bank Indonesia, verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan yang diberikan memiliki relevansi dengan kebutuhan penerima.

“Kami ingin memastikan bantuan alsintan yang nantinya diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. Karena itu, proses verifikasi ini penting untuk melihat kondisi kelompok, mendengar langsung kebutuhan petani, sekaligus memastikan usulan yang diajukan memiliki manfaat dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar perwakilan Bank Indonesia.

WhatsApp Image 2026 09 16 at 19.52.02


Bagi petani, proses verifikasi tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung. Pekaseh Subak Culeg I Made Mardika menyambut baik perhatian berbagai pihak terhadap kebutuhan petani di wilayahnya.

“Kami berterima kasih karena kebutuhan kami dilihat langsung di lapangan. Selama ini pekerjaan di sawah masih banyak mengandalkan tenaga manual. Kalau nantinya bantuan kultivator bisa terealisasi, tentu akan sangat membantu petani, terutama untuk menghemat tenaga dan mempercepat pekerjaan,” kata Mardika.

Ia berharap, jika bantuan tersebut terealisasi, pemanfaatannya dapat dilakukan secara bersama dan bertanggung jawab.

“Harapan kami bukan hanya mendapatkan alat, tetapi alat itu benar-benar bisa dipakai bersama dan dirawat dengan baik. Kalau pekerjaan lebih ringan dan cepat, petani juga lebih bersemangat mengelola sawah,” ujarnya.

Antusiasme petani terlihat sepanjang proses verifikasi. Mereka aktif menjelaskan kondisi usaha tani sekaligus menyampaikan kebutuhan yang selama ini dihadapi dalam kegiatan budidaya.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa mekanisasi pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan alat. Ada proses panjang yang dimulai dari mengenali persoalan, memverifikasi kebutuhan, menentukan sasaran, hingga memastikan pemanfaatannya.

Dalam konteks itu, penyuluh berada di posisi strategis. Penyuluh menjadi penghubung antara program dan kebutuhan petani, sementara Dinas Pertanian mengawal aspek teknis dan arah pembangunan pertanian daerah. Di sisi lain, Bank Indonesia hadir sebagai mitra yang memberikan dukungan untuk mendorong efisiensi usaha tani.

Setelah verifikasi, hasil CPCL selanjutnya akan diproses dan ditindaklanjuti oleh pihak Bank Indonesia sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku. Petani dan kelompok kini menunggu proses berikutnya serta perkembangan realisasi bantuan yang diusulkan.

Dari Subak Culeg, satu pesan sederhana mengemuka, mekanisasi akan lebih bermakna ketika teknologi hadir dari kebutuhan petani, diverifikasi di lapangan, dan dikawal bersama hingga benar-benar memberi manfaat.

Koresponden: Krisna BPP Sukawati Gianyar

Ditulis oleh

perhiptani

Lihat artikel penulis →
DISKUSI

Komentar