Subak Wongaya Betan Buktikan Potensi Varietas Lokal
Panen Raya TNI di Subak Wongaya Betan, Kabupaten Tabanan, tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga membuktikan bahwa varietas lokal Bali tetap mampu menghasilkan produktivitas tinggi. Sinergi TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada nasional.
Subak Wongaya Betan Buktikan Potensi Varietas Lokal
TABANAN – Hamparan sawah di Subak Wongaya Betan, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Jumat (17/7), menjadi saksi kuatnya kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional. TNI, Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani turun langsung ke sawah dalam Panen Raya TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, sebuah momentum yang menegaskan bahwa swasembada pangan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, Wakapolda Bali, Kapolres Tabanan, jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Penebel, serta anggota Subak Wongaya Betan.
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif TNI yang selama ini konsisten mendukung pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, panen raya bukan sekadar seremoni keberhasilan musim tanam, melainkan simbol nyata kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
"Keberhasilan sektor pertanian tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh pertanian, dan petani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan," ujarnya.
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto menegaskan, TNI Angkatan Darat akan terus mendampingi petani melalui penerapan inovasi dan teknologi pertanian yang tepat guna. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan sebagai salah satu aset strategis bangsa.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan global di bidang pangan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Zoom Virtual Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Kota Malang, Jawa Timur. Dalam arahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi seluruh jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani yang terus bekerja bersama menjaga ketahanan pangan nasional.
"Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan negara yang harus dijaga secara bersama-sama," tegasnya.
Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto yang memberikan sambutan secara virtual menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Presiden mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus bekerja sama mewujudkan Indonesia yang mandiri, makmur, dan berdaulat di bidang pangan, energi, maupun pengelolaan sumber daya nasional.
Usai mengikuti panen raya nasional secara virtual, seluruh tamu undangan melaksanakan panen padi secara simbolis di areal persawahan milik I Made Sujarta, Pekaseh Subak Wongaya Betan. Sebelum panen dilakukan, Tim Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Penebel melaksanakan pengambilan ubinan sebagai metode pengukuran produktivitas tanaman padi.
Hasil ubinan menunjukkan produktivitas varietas lokal Barak Cenana mencapai sekitar 6,3 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare. Capaian tersebut membuktikan bahwa varietas lokal Bali tetap memiliki daya saing dan potensi hasil yang tinggi apabila dibudidayakan dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, pengelolaan lahan yang baik, serta pendampingan penyuluh pertanian secara berkelanjutan.
Menariknya, lahan yang menjadi lokasi panen raya merupakan milik I Made Sujarta, Pekaseh Subak Wongaya Betan, yang juga merupakan salah satu peserta pelatihan peningkatan kapasitas petani di BPP Kecamatan Penebel. Program pelatihan tersebut digagas PERHIPTANI Bali bekerja sama dengan Yayasan Shasi sebagai upaya memperkuat kompetensi petani dalam menerapkan budidaya padi yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Keberhasilan panen ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia, yang didukung pendampingan penyuluh pertanian, mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas di tingkat usahatani.
Keberhasilan panen tersebut diakui tidak lepas dari penerapan inovasi budidaya yang didampingi penyuluh pertanian. I Made Sujarta, Pekaseh Subak Wongaya Betan yang lahannya menjadi lokasi panen raya, "Sebagai petani kami merasa sangat terbantu dengan pendampingan penyuluh pertanian dan pelatihan dari PERHIPTANI bersama Yayasan Shasi. Banyak ilmu baru yang langsung kami terapkan di sawah, termasuk teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang yang lebih hemat air. Syukur, produktivitas tahun ini cukup baik. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mempertahankan varietas lokal Bali sekaligus meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat," kata Sujarta.
Panen Raya TNI di Subak Wongaya Betan menjadi lebih dari sekadar perayaan hasil panen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, lembaga profesi, dan petani merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi yang terus terbangun diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian Bali yang berbasis kearifan lokal.
Koresponden: Ida Bagus Gde Dwijayanta (BPP Penebel Tabanan)
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0