Penyuluh dan Petani Bangli Kompak Terapkan PM-AAS

Semangat penyuluh pertanian dan petani di Kabupaten Bangli mengawal modernisasi pertanian mulai terlihat. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, keduanya bergotong royong secara swadaya membangun demplot PM-AAS (Perakitan dan Modernisasi Agriculture Advance System) sebagai langkah awal meningkatkan produktivitas padi sawah.

Jul 15, 2026 - 05:04
Jul 15, 2026 - 05:07
 0  90
Penyuluh dan Petani Bangli Kompak Terapkan PM-AAS

Penyuluh dan Petani Bangli Bergerak Bersama, PM-AAS Mulai Diterapkan

BANGLI – Metode tanam PM-AAS yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi presisi, serta pengelolaan udara secara terukur mulai menarik perhatian petani di Kabupaten Bangli. Melihat tingginya antusiasme tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bangli memilih pendekatan pembekuan lapangan agar petani dapat melihat langsung penerapan teknologi budidaya modern.

Demplot tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi penyuluh pertanian bersama petani inovator. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan lahan, penerapan dolomit, pupuk organik hingga tahapan budidaya berikutnya, dilaksanakan secara swadaya.

Koordinator BPP Kecamatan Bangli sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Kelurahan Kawan, I Wayan Widnyana, mengatakan pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan teknologi di tingkat petani.

“Kami ingin petani melihat sendiri bagaimana PM-AAS diterapkan di lapangan. Dengan demikian mereka akan lebih yakin untuk mengadopsinya,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli, I Made Atmika, mengapresiasi semangat para penyuluh dan petani yang menjadi pelaksana kegiatan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pelaksana petani dan rekan-rekan penyuluh pertanian atas semangat dan antusiasmenya. Seluruh kegiatan ini dapat dilaksanakan secara swadaya murni sehingga menjadi contoh sinergi nyata dalam mewujudkan petani yang mandiri dan sejahtera,” katanya.

Menurut Atmika, keberhasilan PM-AAS tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang diterapkan, tetapi juga komitmen penyuluh dalam mendampingi petani sejak persiapan lahan hingga panen.

Tahapan kegiatan akan dilanjutkan dengan aplikasi herbisida pra tumbuh dua hari sebelum tanam, kemudian penanaman, pemupukan, hingga penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan basah-kering sebagai salah satu komponen utama PM-AAS.

Ia berharap demplot tersebut menjadi pusat belajar bagi petani lain sehingga metode PM-AAS dapat diterapkan lebih luas di Kabupaten Bangli.

Sesuai rencana, penanaman perdana akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026. Saat ini seluruh persiapan lahan terus dimatangkan, sambil menunggu dukungan alat tanam benih langsung (tabela) dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali agar penerapan metode PM-AAS dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” tutupnya. (Atmika/JIkWid)

What's Your Reaction?

Like Like 9
Dislike Dislike 0
Love Love 3
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0