84 Penyuluh Pertanian Bali Ikuti Sertifikasi, PERHIPTANI Perkuat Profesionalisme Penyuluh

Komitmen meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian terus diperkuat. Sebanyak 84 penyuluh pertanian mengikuti sertifikasi dan surveilan kompetensi. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memastikan penyuluh memiliki sekaligus mempertahankan kompetensi sesuai standar profesi dalam mendukung pembangunan pertanian yang modern dan berkelanjutan.

Jul 14, 2026 - 05:06
 0  38
84 Penyuluh Pertanian Bali Ikuti Sertifikasi, PERHIPTANI Perkuat Profesionalisme Penyuluh

84 Penyuluh Pertanian Bali Ikuti Sertifikasi, PERHIPTANI Perkuat Profesionalisme Penyuluh

BULELENG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PERHIPTANI Jawa Timur sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian bekerja sama dengan DPW PERHIPTANI Bali menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Surveilan Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian pada 11–13 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni CWS Kabupaten Buleleng dan BRMP Bali di Denpasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme penyuluh pertanian melalui pengakuan dan pemeliharaan kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi menjadi bukti penguasaan kompetensi profesi, sedangkan surveilan memastikan kompetensi tersebut tetap terjaga dan terus berkembang sesuai dinamika pembangunan pertanian.

Ketua Harian DPW PERHIPTANI Bali yang juga Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., dalam sambutanya menegaskan bahwa penyuluh pertanian dituntut terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.

"Sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi penyuluh pertanian sesuai standar profesi. Sementara surveilan menjadi instrumen untuk memastikan kompetensi tersebut tetap terpelihara dan terus berkembang. Penyuluh harus terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta mampu menghadirkan inovasi yang dibutuhkan petani di lapangan," tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara LSP Pertanian Kementerian Pertanian, DPW PERHIPTANI Jawa Timur sebagai TUK, dan DPW PERHIPTANI Bali menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia penyuluhan pertanian. Menurutnya, penyuluh yang kompeten akan menjadi motor penggerak transformasi pertanian, mempercepat adopsi inovasi, sekaligus mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.

Di CWS Kabupaten Buleleng, kegiatan sertifikasi diikuti 17 peserta, terdiri atas 13 orang jenjang Supervisor Pertama, tiga orang Supervisor Muda, dan satu orang Supervisor Madya.

Sementara itu, kegiatan surveilan di lokasi yang sama diikuti 47 peserta, terdiri atas satu orang jenjang Fasilitator Terampil, 21 orang Supervisor Pertama, 16 orang Supervisor Muda, dan sembilan orang Supervisor Madya.

Proses asesmen sertifikasi dilakukan oleh Ir. Dayu Made Dwiwati, M.Pt., Praktisi Penyuluh Pertanian Kabupaten Buleleng, bersama Ir. Hermanu Ekamto, M.MA. dari DPW PERHIPTANI Provinsi Jawa Timur. Adapun asesmen surveilan dilaksanakan oleh Saikoni, S.P., M.Agr. dan Anggitha Ratri Dewi, S.TP., Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Di BRMP Bali Denpasar, kegiatan surveilan diikuti 20 peserta, yang terdiri atas 11 orang jenjang Supervisor Pertama, tiga orang Supervisor Muda, dan enam orang Supervisor Madya. Asesmen dilaksanakan oleh Made Sumetriani, M.P. dan Putu Suwardiyasa, S.P., M.I.L., Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng.

Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 84 penyuluh pertanian dari berbagai jenjang Jabatan Fungsional. Melalui sertifikasi dan surveilan kompetensi, diharapkan setiap penyuluh mampu mempertahankan profesionalisme, meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani, serta mempercepat penyebarluasan inovasi pertanian di lapangan.

Sinergi antara LSP Pertanian Kementerian Pertanian, DPW PERHIPTANI Jawa Timur sebagai Tempat Uji Kompetensi, dan DPW PERHIPTANI Bali diharapkan semakin memperkuat kualitas sumber daya manusia penyuluhan pertanian. Penyuluh yang kompeten tidak hanya menjadi pendamping petani, tetapi juga agen perubahan yang mampu mengakselerasi modernisasi pertanian dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0