Atmika, Perkenalkan varietas Inpari Arumba
Inovasi terus digulirkan penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Di Kabupaten Bangli, penyuluh I Made Atmika, SP., M.Agb., memperkenalkan varietas Inpari Arumba. Varietas khusus ini bisa membuka peluang dan akses pasar baru bagi petani Bangli.
Atmika, Perkenalkan varietas Inpari Arumba
"Dari Subak Palak Bangli hadir inovasi baru! Penyuluh Atmika kenalkan Inpari Arumba, beras pulen dan wangi dengan nilai ekonomi tinggi.
Inovasi terus digulirkan penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Di Kabupaten Bangli, penyuluh I Made Atmika, SP., M.Agb., memperkenalkan varietas Inpari Arumba, yang untuk pertama kalinya ditanam di wilayah binaanya.
Sebagai langkah awal, Atmika membuat demplot mandiri di Subak Palak, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, bekerja sama dengan pekaseh I Wayan Nariada. Lahan percontohan seluas 0,22 hektare tersebut ditanami pada 13 Juni 2025 dengan target panen dalam beberapa hari mendatang.
Atmika menjelaskan, Inpari Arumba merupakan varietas beras berpigmen yang semakin banyak dicari masyarakat. “Beras merah sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena mengandung antosianin (senyawa fenolik) yang bersifat sebagai antioksidan. Zat ini mampu menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit pada manusia,” jelasnya.
Varietas Inpari Arumba yang resmi dilepas pemerintah pada tahun 2020 memiliki sejumlah keunggulan. Padi ini dikenal sebagai beras berpigmen dengan kandungan antioksidan tinggi, terutama antosianin (fenolik) yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain kaya gizi, beras Arumba juga memiliki tekstur pulen dan aroma wangi, sehingga disukai konsumen.
Dari sisi ketahanan, Inpari Arumba cukup tangguh terhadap serangan hama dan penyakit. Varietas ini tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1, serta agak tahan terhadap biotipe 2 dan 3, juga terhadap empat ras utama blas daun.
Tak kalah penting, potensi hasilnya juga menjanjikan. Inpari Arumba mampu mencapai 10,67 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, dengan rata-rata hasil 6,12 ton per hektare GKP. Hal ini membuat varietas ini berpotensi menjadi pilihan unggul untuk dikembangkan, baik dari sisi produktivitas maupun nilai ekonominya.
Sementara itu, pekaseh I Wayan Nariada yang sebelumnya gemar menanam Inpari 32, mengaku antusias mencoba varietas baru ini. “Dari awal pertumbuhannya sudah terlihat bagus. Kami berharap hasil panennya nanti bisa memberikan pengalaman baru sekaligus hasil yang lebih menguntungkan,” katanya.
Langkah inovatif ini mendapat dukungan dari Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangli, I Wayan Widnyana, S.Pt., M.Si. Menurutnya, varietas khusus seperti Arumba bisa membuka akses pasar baru bagi petani. “Inpari Arumba membuka peluang baru bagi petani Bangli untuk masuk ke pasar beras khusus bernilai tinggi,” tegas Widnyana saat melakukan monitoring di Subak Palak.
Permintaan konsumen terhadap beras berpigmen kian meningkat, seiring tren gaya hidup sehat. Hal ini menjadi peluang yang menjanjikan bagi petani Bangli untuk tidak hanya mengandalkan varietas produktivitas tinggi, tetapi juga menembus pasar beras premium dengan nilai jual lebih baik.
Dengan semakin banyak petani yang berani mencoba varietas baru, Bangli berpotensi berkembang sebagai salah satu sentra beras khusus yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Kontributor DPD Perhiptani Kabupaten Bangli
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0