Keliling Gianyar Bersama “Wayan Rawit” Kawal Benih Petani

Di tengah kesibukan mengawal bantuan benih bersama penyuluh pertanian, sosok I Wayan Suarta tampil sederhana dan akrab dengan petani. Di balik jabatannya sebagai Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, pria yang dikenal dengan nama beken “Wayan Rawit” ini ternyata memiliki perjalanan hidup penuh warna dari keluarga petani, dunia seni tradisi, hingga merangkak dari tenaga honor menjadi birokrat.

May 12, 2026 - 10:43
May 12, 2026 - 10:57
 0  11
Keliling Gianyar Bersama “Wayan Rawit” Kawal Benih Petani

Keliling Gianyar Bersama “Wayan Rawit” kawal Benih Petani

Di sela kesibukan turun langsung ke lapangan memastikan bantuan benih benar-benar sampai ke tangan petani, sosok Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, S.Sn., M.Si., masih menyempatkan diri berbincang santai dengan awak media PERHIPTANI. Dengan gaya komunikatif dan pembawaan yang hangat, ia tampak akrab berdiskusi bersama penyuluh maupun petani di tengah aktivitas lapangan.

Bapak yang satu ini memiliki nama beken “Wayan Rawit”. Di balik pembawaannya yang santai, ia dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membungkuk dari bawah. Sikapnya yang ramah, mudah bergaul, dan cepat bergaul dengan siapa saja menjadikannya dekat dengan petani maupun jajaran pegawai di lingkungan pemerintahan. Tak heran, kehadirannya di lapangan kerap disambut hangat karena dianggap mampu membangun komunikasi tanpa sekat.

Kedekatannya dengan petani bukan tanpa alasan. Wayan Suarta, mengaku lahir dari keluarga petani dan sejak kecil sudah akrab dengan kehidupan sawah. Mulai dari nyabit rumput, metekap atau membajak sawah, ngelampit, hingga melasah pernah dijalaninya. Pengalaman itulah yang membuatnya tidak kesulitan menyesuaikan diri saat terjun langsung meredam petani di lapangan. Baginya, suasana sawah dan kehidupan petani bukan hal baru, melainkan bagian dari keseharian yang sudah dikenalnya sejak kecil.

Pembawaannya tenang, murah senyum, dan mudah akrab. Tak terlihat hubungan antara pejabat dengan petani. Sesekali ia bercanda dengan penyuluh maupun petani yang ditemuinya di lapangan. Karakter itu rupanya sudah melekat sejak lama.

Pria asal Desa Keramas, Kabupaten Gianyar itu mengaku tumbuh dari lingkungan seni. Jiwa seninya terbentuk sejak menempuh pendidikan di sekolah kejuruan seni. Dari dunia seni itulah ia belajar tentang kedisiplinan, komunikasi, dan cara memahami karakter orang lain.

Di kampung halamannya, I Wayan Suarta lebih akrab dipanggil “Wayan Tangkas”. Di luar kesibukannya sebagai birokrat, ia dikenal memiliki jiwa seni yang kuat dan piawai tampil di atas panggung. Berbagai peran seni tradisional pernah dijalaninya, mulai dari menari Arja sebagai tokoh Wijil, tampil dalam Drama Gong, hingga menjadi dalang Wayang Lemah. Kemampuannya membawakan berbagai karakter membuatnya cukup dikenal di lingkungan seni dan budaya. Bagi Wayan Suarta, dunia seni bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang terus melekat hingga kini.

“Dulu saya lebih banyak di dunia seni dan kebudayaan,” sambil tersenyum.

Berzodiak Libra, Suarta dikenal memiliki karakter karismatik dan mudah menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi sosial. Kemampuannya membangun komunikasi membuatnya mampu menjembatani berbagai kepentingan, baik di birokrasi lingkungan maupun saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Sebelum diangkat menjadi PNS pada tahun 1997, ia lebih dulu mengabdi selama 11 tahun 11 bulan sebagai tenaga kehormatan di Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar. Perjalanan panjang itu membentuk mental pekerja keras yang memahami proses dari bawah.

Kariernya dimulai dari golongan II/a. Namun, dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar, ia perlahan-lahan menapaki kedalaman kompetensi. Tak henti-hentinya pada gelar sarjana seni, Suarta juga meningkatkan kapasitas dirinya melanjutkan pendidikan magister hingga meraih gelar M.Si.

Kerja kerasnya menghasilkan kepercayaan. Tahun 2023, ia dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar. Kini, ia juga dipercaya mengemban tugas sebagai Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar.

Meski berlatar belakang seni dan kebudayaan, Wayan Suarta mengaku menikmati ritme kerja di sektor pertanian. Pada dasarnya, pertanian memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Oleh karena itu, ia memilih lebih banyak turun ke lapangan bersama penyuluh pertanian. Mulai dari memastikan bantuan benih tepat sasaran hingga mendengar langsung persoalan petani di sawah.

“Kalau ingin tahu kondisi sebenarnya, ya harus turun langsung,” singkatnya.

Bagi Suarta, jabatan bukan sekadar posisi administratif. Baginya, tugas utama seorang pemimpin adalah hadir di tengah masyarakat dan memastikan pelayanan benar-benar dirasakan. Oleh karena itu, di tengah kesibukan birokrasi, ia tetap memilih berada dekat dengan petani, mendengar, mengawal, sekaligus memastikan harapan mereka tidak berhenti di atas kertas. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0