“Distan Gandeng PPL, Gembleng Pekaseh Soal Pascapanen dan KUR”

Dinas Pertanian Kota Denpasar terus memperkuat kapasitas kelembagaan petani melalui pelatihan penanganan panen dan pascapanen yang dipadukan dengan edukasi keuangan dan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kegiatan di Bale Subak Sidakarya, Denpasar Selatan, Senin (11/5), diikuti pekaseh, pangliman, dan penyuluh pertanian se-Denpasar Selatan.

May 12, 2026 - 05:47
May 12, 2026 - 05:49
 0  17
“Distan Gandeng PPL, Gembleng Pekaseh Soal Pascapanen dan KUR”

“Distan Gandeng PPL, Gembleng Pekaseh Soal Pascapanen dan KUR”

Upaya penguatan kapasitas kelembagaan petani terus digencarkan oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar. Salah satunya melalui pelatihan penanganan panen dan pascapanen tanaman pangan dan hortikultura yang dipadukan dengan sosialisasi edukasi keuangan serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari OJK.

Kegiatan yang berlangsung di Bale Subak Sidakarya, Denpasar Selatan, diikuti pekaseh, subak pangliman, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator BPP, hingga jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar. Hadir pula Ketua Tim Kerja Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kota Denpasar.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kota Denpasar, Luh Ketut Ayu Sukarmi, SP., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya kelembagaan petani dan penyuluh di Kota Denpasar. Menurutnya, pemahaman mengenai penanganan panen dan pasca panen sangat penting untuk menjaga kualitas hasil pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah produk petani.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkuat pengetahuan pekaseh, panganliman, dan penyuluh agar mampu mendampingi petani dalam menerapkan penanganan pascapanen yang baik. Selain itu, edukasi keuangan dan akses KUR juga diharapkan dapat membantu petani lebih mudah mengembangkan usaha taninya,” ujarnya.

Pada sesi tanaman pangan, narasumber Dr. Ir. Ni Luh Sukadi, S.Pt., M.MA., selaku Kabid Pascapanen, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, memaparkan pentingnya penanganan panen dan pascapanen yang tepat untuk menjaga mutu hasil pertanian sekaligus menekan hilangnya hasil.

Materi yang disampaikan meliputi proses panen padi dan jagung, mulai pemotongan, pengemasan dan pengumpulan hasil, pengangkutan, perontokan, pengeringan, pembersihan dan sortasi hingga proses penggilingan.

“Penanganan pascapanen yang baik sangat menentukan kualitas dan nilai jual hasil pertanian. Jika tahapan dilakukan dengan benar, kehilangan hasil dapat ditekan dan pendapatan petani meningkat,” ujarnya.

Tak hanya tanaman pangan, peserta juga mendapat materi penanganan pascapanen hortikultura, khususnya bawang, cabai, dan sayuran. Pembahasannya meliputi syarat tumbuh, teknik panen yang tepat, penanganan hasil, hingga pengemasan agar produk tetap segar dan memiliki daya saing di pasar.

Sementara itu, pada sesi edukasi keuangan, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan usaha tani serta akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong petani lebih mudah mengakses permodalan untuk pengembangan usaha pertanian.

Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Diskusi berlangsung aktif, terutama terkait teknik penanganan hasil panen yang efisien dan strategi memperoleh akses pembiayaan usaha tani.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap kapasitas kelembagaan petani semakin kuat, sekaligus mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani di Kota Denpasar. (Trisna/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0