Subak Intaran Adu Produktivitas, Made Rata Terbaik
Semangat petani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Denpasar Selatan terus dipacu melalui inovasi kreatif dua pekaseh Subak Intaran Timur dan Subak Intaran Barat. Janji pemberian bonus bagi petani dengan hasil panen tertinggi akhirnya ditepati dalam ajang adu produktivitas padi berlangsung meriah.
Subak Intaran Adu Produktivitas, Made Rata Terbaik
Dua pekaseh Subak Intaran Timur dan Subak Intaran Barat di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Denpasar Selatan menunjukkan cara kreatif membangkitkan semangat petani. Melalui ajang adu hasil panen padi, petani dengan produktivitas tertinggi diberikan bonus sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan ketekunan mereka dalam budidaya padi.
Kegiatan penobatan juara berlangsung di bale subak pada Minggu pagi dan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, MMA., beserta jajaran Dinas Pertanian Kota Denpasar, anggota DPRD Provinsi Bali A.A. Gede Agung Suyoga, SH., M.Kn., para penyuluh pertanian, pekaseh se-Denpasar Selatan, serta krama Subak Intaran Timur dan Subak Intaran Barat.
Ajang ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kompetisi sehat mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian di tingkat petani. Inovasi sederhana yang digagas pekaseh bersama penyuluh pertanian tersebut tidak sekadar memberikan hadiah, tetapi juga membangun motivasi agar petani lebih serius menerapkan budidaya padi yang baik dan tidak asal tanam.
Dari puluhan peserta yang ambil bagian dalam ajang adu produktivitas tersebut, petani I Made Rata berhasil meraih Juara I dengan produktivitas mencapai 9,1 ton per hektare menggunakan varietas MSP. Juara II diraih Wayan Wardana dengan hasil 8,3 ton per hektare, sedangkan Juara III diraih Made Desiana dengan hasil 8,2 ton per hektare. Keduanya menggunakan varietas Ciherang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ir. A.A. Gde Bayu Brahmasta, MMA., mengapresiasi inovasi yang dilakukan pekaseh bersama penyuluh pertanian melalui ajang adu hasil panen tersebut. Menurutnya, pola pendekatan seperti ini sangat efektif membangkitkan motivasi petani untuk meningkatkan produksi.
“Ini ide yang sangat bagus karena mampu memotivasi petani untuk berlomba-lomba meningkatkan produksi. Dengan adanya apresiasi dan penghargaan, petani menjadi lebih semangat menerapkan budidaya yang baik sehingga produktivitas padi dapat terus meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pekaseh, penyuluh pertanian, dan petani perlu terus diperkuat agar pertanian di Kota Denpasar tetap produktif dan berdaya saing di tengah tantangan alih fungsi lahan.
Sementara itu, Pekaseh Subak Intaran Barat, I Wayan Danu, selaku penyelenggara kegiatan menegaskan bahwa inti kegiatan ini bukan terletak pada besar kecilnya bonus, melainkan semangat kebersamaan untuk memajukan pertanian.
“Jangan dilihat dari besaran bonusnya, tetapi dari semangat kebersamaan dan motivasi yang ingin dibangun. Kami ingin petani lebih tekun, lebih serius merawat tanaman, serta termotivasi menghasilkan panen terbaik,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan sederhana seperti ini mampu membuat petani lebih antusias berdiskusi, saling belajar teknik budidaya, dan semakin terbuka menerima pendampingan dari penyuluh pertanian.
Hal senada disampaikan Pekaseh Subak Intaran Timur, I Ketut Subamia. Ia mengakui kegiatan tersebut digagas secara sederhana dan spontan demi menjaga kekompakan petani.
“Kegiatan ini sebenarnya ide dadakan dan kami mohon maaf jika masih banyak keterbatasan. Namun yang paling penting adalah semangat kekompakan petani tetap terjaga dan antusiasme meningkatkan hasil panen terus tumbuh,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat dikemas lebih baik, lebih meriah, dan mampu menjadi agenda positif yang terus memotivasi petani meningkatkan produktivitas padi di wilayah Subak Intaran Timur dan Subak Intaran Barat. (JikWid/David)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0