“Trisna, Energi di Pematang Subak”
Di areal Subak Kerdung, sosok Penyuluh pertanian yang satu ini tak sekadar hadir sebagai penyuluh. Dengan langkah ringan dan semangat tak pernah padam, ia menjadi bagian dari denyut harapan petani—terutama saat sawah sempat kehilangan air dan harapan.
“Trisna, Energi di Pematang Subak”
Di sela desiran angin siang di areal Subak Kerdung , sosok Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, SP tampak akrab menyapa petani. Obrolannya ringan, sesekali diselingi tawa, namun sarat makna. Baginya, menjadi penyuluh bukan sekedar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk terus hadir dan memperkuat petani.
Perempuan kelahiran Denpasar ini dikenal enerjik dan penuh semangat. Lulusan Universitas Udayana angkatan 1997 itu menamatkan pendidikan di Fakultas Pertanian pada tahun 2001. Selepas kuliah, ia sempat meniti karier di sektor swasta hingga tahun 2010, sebelum akhirnya memilih kembali ke akar pengabdiannya di dunia pertanian.
Tahun 2011 menjadi titik balik. Ia resmi diangkat sebagai penyuluh pertanian dan mengawali tugas di BPP Denpasar Barat. Dari sanalah langkah pengabdiannya dimulai, menyatu dengan denyut kehidupan petani. Kini, ia dipercaya sebagai Koordinator BPP Denpasar Selatan—posisi yang menuntut kepemimpinan sekaligus kepekaan lapangan.
Sebagai sosok berzodiak Aries, karakter Trisna mencerminkan keberanian dan energi tanpa henti. Ia bukan tipe orang yang menunggu, melainkan turun langsung ke lapangan, memastikan setiap persoalan petani mendapat perhatian.
Hal itu terlihat jelas saat krisis melanda wilayah binaannya di Subak Sesetan dan Kerdung. Selama dua musim tanam, petani tidak bisa menanam padi akibat saluran irigasi yang jebol. Kondisi itu membuat petani resah, bahkan terus mendesak agar ada solusi cepat.
Di tengah tekanan tersebut, Trisna tak tinggal diam. Ia aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, mendorong percepatan penanganan jaringan irigasi. Upaya itu tidak mudah, namun ia terus mengawali proses hingga tuntas.
“Petani itu tidak butuh janji, mereka butuh kepastian,” ujarnya saat berbincang di pematang sawah.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Menjelang akhir tahun lalu, udara kembali mengalir. Petani pun bisa kembali mengolah tanah dan menanam padi—sebuah momen yang disambut dengan rasa syukur.
Hari ini, di tengah pengabdiannya yang tak pernah surut, Trisna juga tengah merayakan hari kelahirannya. Ucapan selamat dan doa semoga Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan terus menjadi inspirasi bagi petani serta rekan penyuluh di lapangan.
Bagi Trisna, keberhasilan tersebut bukan sekedar mencapaian kerja, melainkan kebahagiaan bersama. Ia percaya, keberadaan penyuluh adalah jembatan harapan yang menghubungkan kebijakan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Di Subak Kerdung, langkahnya mungkin sederhana. Namun dari sanalah, semangat membangun pertanian Bali terus menyala. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0