BPP Sukasada Kawal UMKM Binaan Unjuk Gigi di Pasar Rakyat
Peran penyuluh pertanian tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi di tingkat petani. Melalui pendampingan berkelanjutan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukasada turut mengantarkan UMKM binaannya tampil dan memperkenalkan produk unggulan berbasis pangan lokal dalam ajang Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi" yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/6/2026).
BPP Sukasada Kawal UMKM Binaan Unjuk Gigi di Pasar Rakyat
SINGARAJA – Semarak Pasar Rakyat "Berbelanja dan Berbagi" yang digelar di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/6/2026), menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat. Di balik kehadiran berbagai produk lokal tersebut, terdapat peran aktif Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukasada yang selama ini konsisten mendampingi kelompok tani dan UMKM dalam mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian.
Melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, sejumlah UMKM binaan BPP Sukasada berhasil tampil dalam kegiatan yang dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Bali tersebut. Beberapa di antaranya adalah Moyang Kopi, KWT Tulus Bakti, Tara Cakes, KWT Cahaya Suci, dan KWT Amerta Sari. Masing-masing menampilkan produk unggulan yang memanfaatkan potensi lokal sebagai bahan baku utama, mulai dari kopi, tanaman herbal, hingga aneka olahan pangan berbasis sorgum.
Kegiatan Pasar Rakyat tahun ini menghadirkan 124 stan yang terdiri atas 16 stan hasil pertanian dan perikanan, 42 stan hasil olahan, 23 stan industri kecil menengah (IKM), serta 43 stan kuliner. Keragaman produk yang ditampilkan menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, hadir bersama jajaran perangkat daerah Provinsi Bali dan para Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-Bali.
Dalam sambutannya, Ny. Seniasih mengapresiasi semangat gotong royong seluruh Tim Penggerak PKK kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbelanja dan berbagi kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap pelaku usaha lokal sekaligus upaya memperkuat perekonomian daerah.
"Jangan sampai produk lokal kita kalah karena kurang percaya diri. Produk-produk yang ditampilkan sangat bagus dan merupakan hasil karya masyarakat lokal yang harus terus kita dukung dan banggakan," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan produk khas daerah serta kuliner tradisional yang menjadi identitas masing-masing wilayah di Bali.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat kali ini diikuti oleh 123 pelaku usaha yang terdiri dari 38 pelaku usaha sektor pertanian, 32 pelaku usaha kuliner, 30 pelaku usaha olahan pangan, dan 23 pelaku usaha industri kerajinan menengah.
Berbagai produk unggulan Kabupaten Buleleng turut dipamerkan, mulai dari anggur dan jambu kristal, produk perikanan seperti bandeng tanpa duri dan lele, hingga aneka olahan pangan berbahan sorgum dan daun kelor. Kuliner khas Buleleng seperti belayag, siobak, sate kakul, sudang lepet, dan jukut undis juga menjadi magnet bagi para pengunjung.
Menurut Ny. Wardhany, kegiatan tersebut bertujuan untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.
Peran BPP Sukasada dalam kegiatan ini mendapat perhatian tersendiri. Selain mendampingi petani dalam proses budidaya, penyuluh pertanian juga terus mendorong lahirnya usaha pengolahan hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.
Koordinator BPP Sukasada, Mohammad Hanan, SP, mengatakan bahwa pengembangan UMKM berbasis pertanian merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi usaha dan penguatan hilirisasi produk.
"Kami tidak hanya mendampingi petani saat proses budidaya di lahan, tetapi juga mendorong pengembangan usaha pengolahan hasil pertanian. Harapannya, produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pasar Rakyat seperti ini menjadi media promosi yang sangat efektif bagi UMKM binaan kami," jelasnya.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat pendampingan tersebut adalah Gede Nien Ari Cahyadi, Owner Moyang Kopi sekaligus Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026. Ia mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memperkenalkan kopi lokal Buleleng kepada masyarakat yang lebih luas.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga sore hari. Bahkan hingga pukul 16.00 Wita, nilai transaksi yang tercatat berhasil mencapai target sebesar Rp700 juta. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menjadi bukti bahwa UMKM berbasis pertanian memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Bagi BPP Sukasada, keberhasilan menghadirkan UMKM binaan di Pasar Rakyat bukan sekadar tentang penjualan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendampingan penyuluhan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir mampu mendorong lahirnya pelaku usaha yang tangguh, berdaya saing, dan siap menjadi penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Buleleng. (JikWid/DND))
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
1
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1