Jumat Ceria: Tanam Pangan Lokal, Tebar Semangat Ketahanan Pangan
Semangat gotong royong dan komitmen memperkuat ketahanan pangan mewarnai kegiatan "Jumat Ceria" yang digelar jajaran Penyuluh Pertanian CWS Provinsi Bali di Green House Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Bali, Jumat (5/6). Melalui aksi penanaman berbagai komoditas sayuran dan pangan lokal, para penyuluh menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan terbatas dapat menjadi solusi produktif sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Jumat Ceria: Tanam Pangan Lokal, Tebar Semangat Ketahanan Pangan
Green House Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Bali tampak lebih hidup pada Jumat pagi (5/6). Para penyuluh pertanian yang tergabung dalam CWS Provinsi Bali berkumpul dalam kegiatan bertajuk "Jumat Ceria", sebuah aksi produktif yang menggabungkan semangat kebersamaan, pembelajaran, dan praktik budidaya tanaman pangan.
Di bawah naungan green house, para penyuluh bahu-membahu menyiapkan media tanam, mengisi polybag, hingga menanam berbagai komoditas hortikultura dan pangan lokal. Mulai dari pokcay, selada, hingga tanaman pangan tradisional seperti uwi menjadi bagian dari komoditas yang ditanam dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Ahli Utama, Ir. I Made Oka Parwata, MMA. didampingi Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, bersama jajaran penyuluh pertanian lainnya.
Suasana yang akrab dan penuh semangat terlihat sepanjang kegiatan. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Seluruh peserta terlibat langsung di lapangan, menunjukkan bahwa penyuluh pertanian tidak hanya bertugas menyampaikan inovasi kepada petani, tetapi juga menjadi contoh dalam penerapan teknologi budidaya yang sederhana, efektif, dan dapat direplikasi masyarakat.
Menurut I Made Oka Parwata, kegiatan Jumat Ceria bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk aksi nyata penyuluh dalam memperkenalkan pemanfaatan lahan terbatas untuk produksi pangan.
"Kegiatan Jumat Ceria ini bukan sekadar rutinitas, melainkan aksi nyata penyuluh untuk memberikan contoh optimalisasi lahan terbatas. Melalui pemanfaatan green house ini, kita ingin membuktikan bahwa komoditas seperti pokcay, selada, hingga pangan lokal seperti uwi memiliki potensi besar jika dikelola dengan teknologi dan teknik budidaya yang tepat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan green house tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran bagi penyuluh dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian modern yang adaptif terhadap keterbatasan lahan.
Sementara itu, I Ketut Arya Sudiadnyana menegaskan bahwa kebersamaan dan sinergi antarpenyuluh merupakan modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis sebagai penghubung inovasi pertanian dengan kebutuhan petani di lapangan.
"Sinergi dan kebersamaan seluruh jajaran penyuluh hari ini adalah kunci penguatan ketahanan pangan di Bali. Kami di Perhiptani dan Kelsi terus mendorong para penyuluh untuk menjadi motor penggerak inovasi pertanian, sekaligus menjaga kelestarian pangan lokal agar tetap eksis dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna tersebut, para penyuluh berharap pemanfaatan green house dan budidaya pangan lokal dapat semakin berkembang di Bali. Tidak hanya mendukung penyediaan pangan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pertanian dan melestarikan kekayaan pangan lokal di tengah pesatnya perkembangan wilayah perkotaan. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0