Suarta: Dari Subak Langge, Tanam Cabai demi Pangan Gianyar Aman

Dari hamparan lahan pertanian Subak Langge, Kecamatan Sukawati, semangat menjaga ketahanan pangan kembali diteguhkan. Melalui gerakan tanam cabai, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajak petani meningkatkan produksi demi memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga tetap stabil di pasaran.

Jun 5, 2026 - 03:00
 0  46
Suarta: Dari Subak Langge, Tanam Cabai demi Pangan Gianyar Aman

Suarta: Dari Subak Langge, Tanam Cabai demi Pangan Gianyar Aman

GIANYAR – Hamparan lahan pertanian di Subak Langge, Kecamatan Sukawati, Kamis (4/6), menjadi saksi komitmen berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui gerakan tanam cabai, Pemerintah Kabupaten Gianyar berupaya menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang inflasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, S.Sn., M.Si., Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb., perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kelsi Provinsi Bali, Katimker Penyuluhan Kabupaten Gianyar, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, penyuluh pertanian lapangan, serta petani anggota Subak Langge.

Bagi Gianyar, gerakan tanam cabai bukan sekadar kegiatan seremonial. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga di tingkat konsumen.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian harus dimulai dari petani sebagai pelaku utama pembangunan pangan.

“Gerakan tanam cabai menjadi bagian dari upaya kita untuk menjaga stabilitas harga pangan, menekan inflasi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ketika petani kuat, pangan kita aman. Ketika pangan aman, masyarakat kita sejahtera,” ujarnya.

Menurut Suarta, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi daerah. Ketika produksi menurun akibat cuaca ekstrem atau gangguan organisme pengganggu tanaman, harga cabai cenderung melonjak dan berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Karena itu, peningkatan luas tanam dan produktivitas cabai menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan pasar.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, mengatakan bahwa keberlanjutan produksi cabai harus didukung melalui pola tanam yang terencana dan penerapan teknologi budidaya yang tepat.

“Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi. Karena itu, kami terus mendorong petani meningkatkan luas tanam dan menerapkan budidaya yang baik agar pasokan tetap tersedia serta harga di tingkat konsumen lebih stabil,” katanya.

Yuliani menambahkan, peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia petani. Untuk itu, Dinas Pertanian Gianyar bersama penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan melalui program Sekolah Lapang dan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi petani.

“Gerakan tanam cabai ini merupakan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi gejolak harga di pasaran. Melalui pendampingan penyuluh serta penerapan teknologi budidaya yang tepat, kami optimistis produktivitas cabai petani Gianyar akan terus meningkat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi budidaya agar usaha tani menjadi lebih efisien, produktif, dan menguntungkan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas sekaligus memperkuat daya saing petani di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar.

Gerakan tanam cabai di Subak Langge menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pasar, tetapi juga dimulai dari lahan pertanian. Ketika produksi meningkat dan pasokan terjaga, harga menjadi lebih stabil. Pada akhirnya, petani memperoleh manfaat ekonomi, sementara masyarakat mendapatkan jaminan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau.(JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0