Rakor PPL Buleleng: Perkuat Kinerja, Hormati Pengabdian
Penyuluh pertanian tidak hanya dituntut menjaga kinerja dan profesionalisme, tetapi juga menjunjung tinggi nilai pengabdian. Semangat itulah yang mewarnai Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Buleleng, yang menjadi ajang evaluasi, penguatan kapasitas, sekaligus penghormatan bagi penyuluh yang telah menuntaskan masa baktinya.
Rakor PPL Buleleng: Perkuat Kinerja, Hormati Pengabdian
BULELENG – Penyuluh pertanian tidak hanya berperan sebagai pendamping petani di lapangan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mengawal keberhasilan program pembangunan pertanian. Karena itu, penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas, dan evaluasi kinerja menjadi agenda penting yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Buleleng yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Busungbiu, Kamis (4/6). Kegiatan rutin bulanan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program, menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, serta menyatukan langkah seluruh penyuluh dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Rakor dipimpin oleh Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, M.P. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas kinerja penyuluh melalui administrasi yang tertib, pelaporan yang tepat waktu, serta dokumentasi kegiatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berbagai aspek pelaksanaan tugas penyuluhan menjadi bahan evaluasi dalam pertemuan tersebut. Mulai dari penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), administrasi kepegawaian, pelaporan berbasis daring, penyusunan data statistik pertanian, identifikasi petani muda, hingga pelaksanaan program strategis sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan smart farming.
Berdasarkan hasil evaluasi, capaian kinerja penyuluh pertanian pada triwulan pertama tahun 2026 secara umum menunjukkan hasil yang positif dan berada pada kategori sesuai ekspektasi. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya keterlambatan input data dan pelaporan, kendala teknis sistem saat proses pemeliharaan aplikasi, serta beberapa proses administrasi kepegawaian yang memerlukan percepatan penyelesaian.
“Secara umum capaian kinerja penyuluhan berjalan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan. Namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama terkait ketepatan pelaporan, pengelolaan administrasi, serta pemanfaatan aplikasi pendukung kegiatan penyuluhan. Melalui rakor ini kami berharap seluruh penyuluh semakin memperkuat koordinasi, meningkatkan validitas dokumentasi kegiatan, dan memastikan seluruh program berjalan efektif serta tepat sasaran,” ujar Sumetriani.
Tak hanya menjadi ruang evaluasi dan koordinasi, rakor kali ini juga menghadirkan suasana haru dan penuh kekeluargaan. Di sela kegiatan, DPD Perhiptani Kabupaten Buleleng memberikan penghargaan kepada dua penyuluh pertanian yang memasuki masa purna tugas, yakni Ir. Dayu Made Dwiwati, M.Pt dan Made Suarnaya.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Buleleng, Made Sedaka, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian keduanya selama bertahun-tahun mendampingi petani dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Buleleng.
Menurut Sedaka, keberhasilan pembangunan pertanian tidak terlepas dari peran para penyuluh yang selama ini menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan kebutuhan petani di lapangan. Karena itu, Perhiptani akan terus mendorong peningkatan kapasitas penyuluh agar mampu menjawab tantangan pertanian yang semakin dinamis.
“DPD Perhiptani Kabupaten Buleleng siap mendukung berbagai kegiatan pengembangan kapasitas penyuluh, termasuk pembuatan demplot sebagai sarana pembelajaran dan percontohan teknologi bagi petani. Kami juga mendorong partisipasi aktif penyuluh dalam kegiatan PENAS 2026 di Gorontalo sebagai wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan memperluas jejaring pertanian nasional,” jelasnya.
Kepada para penyuluh yang memasuki masa purna tugas, Sedaka menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas pengabdian.
“Atas nama keluarga besar Perhiptani Kabupaten Buleleng, kami mengucapkan selamat memasuki masa purna tugas. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan selama mendampingi petani serta memajukan sektor pertanian. Semoga tetap sehat, bahagia, dan terus menjadi inspirasi bagi generasi penyuluh berikutnya,” ungkapnya.
Momen penghormatan tersebut menjadi pengingat bahwa penyuluh pertanian bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian yang meninggalkan jejak nyata bagi petani dan pembangunan pertanian. Melalui rakor yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan sinergi antarpenyuluh semakin kuat, kualitas pendampingan semakin meningkat, dan berbagai program strategis pertanian dapat berjalan lebih efektif demi kesejahteraan petani Buleleng.
Koresponden: DND
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0