“Kadis Bangli Merapat ke BBRMP Bali, Lalat – Wasabi Dibedah”

Persoalan di lapangan tak ditunggu berlarut. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli langsung bergerak menyambangi BBRMP Bali. Mulai dari penanganan lalat hingga pengembangan Wasabi di Kintamani, semua dibahas tuntas demi mendorong solusi nyata bagi petani.

May 7, 2026 - 00:24
 0  94
“Kadis Bangli Merapat ke BBRMP Bali, Lalat – Wasabi Dibedah”

Kadis Bangli Merapat ke BBRMP Bali, Lalat – Wasabi Dibedah

Tak ingin persoalan di lapangan berlarut, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, SP, langsung tancap gas. Didampingi Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Bangli, I Made Atmika, SP., M.Agb., ia menyambangi Balai Besar Perakitan Moderenisasi Pertanian (BBRMP) Bali, Rabu (6/5).

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBRMP Bali, Eko Nugroho Jati, S.ST., mewakili Kepala BBRMP Bali, didampingi jajaran Kapoksi, katimker dan penyuluh. Pertemuan berlangsung dinamis dan penuh gagasan, mengerucut pada solusi konkret di lapangan. Dua isu krusial langsung dibedah. Masalah lalat yang meresahkan petani menjadi perhatian utama. BBRMP Bali menawarkan pendekatan melalui teknologi KISELA sebagai solusi pengendalian yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, pengembangan demplot wasabi di Desa Mengani, Kintamani, ikut menjadi sorotan. Komoditas bernilai tinggi ini dinilai menjanjikan, namun membutuhkan pendampingan serius. BBRMP Bali pun tengah berkoordinasi dengan BRMP Sayuran Lembang Jawa Barat guna memastikan dukungan teknologi berjalan optimal.

Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjawab tantangan di sektor pertanian. “Kami tidak ingin persoalan di lapangan dibiarkan berlarut. Sinergi dengan BBRMP Bali menjadi langkah konkret agar petani mendapatkan solusi teknologi yang tepat, baik untuk penanganan lalat maupun pengembangan komoditas baru seperti wasabi,” tegasnya.

I Made Atmika menjelaskan, wasabi (Eutrema japonicum) merupakan tanaman asli Jepang dari keluarga kubis-kubisan (Brassicaceae). “Rimpangnya diparut menjadi pasta hijau sebagai penyedap masakan Jepang. Wasabi punya aroma harum dan rasa pedas tajam yang menyengat hingga ke hidung, berbeda dengan pedas cabai,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran penyuluh menjadi kunci dalam memastikan inovasi benar-benar sampai dan diterapkan di tingkat petani. “Penyuluh adalah ujung tombak. Karena itu, penguatan kapasitas dan dukungan teknologi harus terus kita dorong bersama,” imbuhnya.

Usai diskusi, rombongan diajak meninjau Taman Agro BBRMP Bali yang menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian. Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pertanian berbasis riset terus bergerak dan siap diterapkan di lapangan.

Langkah ini menegaskan, Bangli tak ingin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan BBRMP Bali menjadi kunci mempercepat solusi dan mendorong inovasi hingga ke petani. (JikWid/Atmika)

What's Your Reaction?

Like Like 11
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0