Sarma Kunjungi BPP Kintamani, Bahas Ledakan Lalat

Dalam upaya menindaklanjuti meningkatnya populasi lalat di kawasan wisata Kintamani, Kadis PKP Bangli melakukan kunjungan kerja ke BPP Kintamani memperkuat sinergi bersama penyuluh pertanian dalam merumuskan langkah strategis penanganan lalat secara komprehensif dan berkelanjutan.

Apr 28, 2026 - 05:22
Apr 28, 2026 - 05:25
 0  51
Sarma Kunjungi BPP Kintamani, Bahas Ledakan Lalat

Sarma Kunjungi BPP Kintamani, Bahas Ledakan Lalat

Populasi lalat di kawasan wisata Kintamani kembali menjadi perhatian serius. Di tengah geliat pariwisata, keberadaan lalat justru mengganggu kenyamanan wisatawan yang menikmati panorama Kaldera Gunung Batur.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, SP, turun langsung ke lapangan. Ia mengunjungi BPP Kintamani Timur, Senin (27/4), untuk berdiskusi bersama para penyuluh pertanian.

Kunjungan ini menjadi ajang sinergi antara Dinas PKP dan penyuluh di wilayah Kintamani Timur dalam membedah akar permasalahan lalat yang kian kompleks.

“Kita ingin persoalan lalat ini dituntaskan, bukan menjadi masalah yang berlarut-larut,” tegas Sarma.

Ia menjelaskan, penyebaran lalat mempengaruhi kondisi lingkungan, baik saat musim hujan maupun kemarau. Namun demikian, salah satu faktor dominan yang teridentifikasi adalah penggunaan limbah ternak mentah.

Sebagai langkah awal, Dinas PKP mendorong pengurangan pemanfaatan limbah mentah melalui bantuan pupuk organik padat bagi petani di kawasan Kaldera Batur. Program ini telah menjangkau seluruh desa, meski belum semua kelompok tani.

Selain itu, pengawasan lalu lintas limbah ternak, khususnya yang masuk dari luar, juga menjadi perhatian serius.

“Kita tekan penggunaan limbah mentah dan dorong pengawasan distribusinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Bangli, I Made Atmika, SP., M.Agb., mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor.

“Penyuluh harus mampu menjaga kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya Dinas PKP, agar pembangunan pertanian berdampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari diskusi yang berkembang, teridentifikasi sejumlah faktor penyebab serta alternatif solusi, baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemahaman komprehensif oleh para penyuluh, yang selanjutnya dapat diimplementasikan maupun direkomendasikan kepada seluruh pemangku kepentingan. (Atmika/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0