Penyuluh–Petani Solid, Ubinan Jagung Kusamba Tunjukkan Hasil

Gerak cepat penyuluh tak lagi sebatas pendampingan di atas kertas. Di lapangan, kolaborasi penyuluh dan petani di Subak Kusamba benar-benar menunjukkan hasil. Lewat ubinan jagung yang digelar bersama, capaian produksi petani mulai terukur dan memberi sinyal positif bagi penguatan usaha tani, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak.

Apr 26, 2026 - 01:48
 0  23
Penyuluh–Petani Solid, Ubinan Jagung Kusamba Tunjukkan Hasil

Penyuluh–Petani Solid, Ubinan Jagung Kusamba Tunjukkan Hasil

Penyuluh pertanian di wilayah BPP Dawan, Kabupaten Klungkung, terus menunjukkan gerak solid di lapangan. Pendampingan tak hanya sebatas teori, tetapi langsung menyentuh aktivitas produksi petani, salah satunya melalui kegiatan ubinan jagung di Subak Kusamba.

Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik I Made Subrata, anggota Kelompok Tani Tempek Taman Sari, Subak Kusamba, dengan luas garapan sekitar 15 are. Jagung varietas BISI 2 yang dibudidayakan menunjukkan performa yang menjanjikan. Hasil ubinan mencatat capaian 3,48 kg per petak, yang jika dikonversi ke produksi pipilan kering panen (tanpa kulit dan tangkai) setara dengan 55,68 kuintal per hektare.

Pengambilan ubinan dilaksanakan secara bersama-sama oleh tim yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani, Kelian Subak, serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan data produktivitas yang akurat sekaligus sebagai bahan evaluasi di tingkat petani.

Koordinator BPP Dawan Klungkung, I Wayan Wiarta, S.Pt., menegaskan bahwa kegiatan ubinan merupakan langkah penting dalam mengukur capaian hasil budidaya sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku di lapangan. “Kami terus dorong pendampingan intensif agar petani semakin percaya diri dalam meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Panen jagung hibrida BISI-2 umumnya dilakukan pada umur 95–115 HST, ditandai kelobot mengering, biji mengeras, dan muncul titik hitam pada lembaga. Varietas ini tergolong adaptif, tahan terhadap penyakit utama seperti bulai dan karat daun, serta memiliki daya simpan yang baik. Cocok dikembangkan di dataran rendah hingga menengah, dengan umur berbunga sekitar 56 hari dan panen ±103 hari, serta karakter tanaman tinggi, tegak, dan vigor.

Di sisi lain, hasil panen jagung tersebut saat ini memiliki peluang pasar yang cukup terbuka. Harga jagung di tingkat petani tercatat sekitar Rp5.500 per kilogram, yang umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan ternak.

Dengan semangat kebersamaan dan pendampingan yang berkelanjutan, penyuluh BPP Dawan optimistis produktivitas jagung di wilayah binaannya dapat terus meningkat, sekaligus mendukung penguatan ekonomi petani di tingkat lokal. (Rahma/Jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0