Kulit Semangka Jadi Cuan, Penyuluh–Dinas Gas Hilirisasi
Limbah kulit semangka yang selama ini terbuang, kini disulap menjadi peluang usaha. Melalui sinergi penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian Kota Denpasar, KWT didorong naik kelas lewat pelatihan hilirisasi olahan pangan.
Kulit Semangka Jadi Cuan, Penyuluh–Dinas Gas Hilirisasi
Sinergi penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian Kota Denpasar terus diperkuat dalam mendorong hilirisasi di tingkat kelompok tani. Terbaru, melalui pelatihan yang digelar di Bale Subak Sidikarya pada Jumat (24/4), Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Pangan Sari diajak mengolah limbah kulit semangka menjadi produk bernilai ekonomis, seperti manisan.
Selama ini, kulit semangka kerap berakhir sebagai sampah. Padahal, di tangan yang tepat, limbah ini bisa disulap menjadi peluang usaha. Pendampingan penyuluh di lapangan menjadi kunci, memastikan materi pelatihan tidak berhenti pada teori, tetapi berlanjut hingga praktik dan pengembangan usaha di tingkat kelompok.
Kegiatan yang digagas Dinas Pertanian Kota Denpasar ini menghadirkan narasumber dari Universitas Warmadewa, tidak hanya berfokus pada transfer keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta terkait konsep zero waste dalam sektor pertanian. Kulit semangka yang selama ini kerap dianggap limbah, diketahui mengandung citrulline, likopen, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pendekatan yang tepat, bahan ini sangat potensial dikembangkan menjadi produk pangan olahan bernilai tambah dan berdaya saing.
Pelatihan ini dibuka oleh Kabid Bina Usaha Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Ketut Anggreni S.Pi. M.Agb., yang menegaskan bahwa hilirisasi menjadi arah kebijakan yang terus diperkuat. “Pelatihan ini kami arahkan agar KWT tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami peluang pasar, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk olahan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak lepas dari peran penyuluh sebagai ujung tombak di lapangan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan dan intensif, penyuluh diharapkan mampu memastikan inovasi yang diperkenalkan benar-benar diadopsi dan berkembang. “Dengan pengawalan yang konsisten, KWT didorong naik kelas, tidak hanya sebagai pelaku budidaya, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.
“Potensi kulit semangka ini sangat besar. Jika diolah dengan baik, bisa menjadi produk bernilai jual dan menambah pendapatan keluarga,” ujar Dr. Ir. Ni Made Ayu Gemuh Rasa Astiti, MP saat memberikan materi.
Senada, Ir. Anak Agung Made Semaryani, M.Si menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian. Petani dan KWT, kata dia, tidak cukup hanya fokus pada budidaya, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui produk olahan.
Pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari Desa Sidakarya. Pihak desa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas KWT, sehingga mampu berkembang tidak hanya sebagai pelaku budidaya, tetapi juga sebagai pelaku usaha olahan pangan.
Ketua KWT Karya Pangan Sari mengaku pelatihan ini memberi inspirasi baru bagi anggotanya. “Kami jadi lebih semangat mencoba hal baru. Ternyata dari limbah sederhana bisa jadi produk yang punya nilai jual,” ujarnya.
Koordinator BPP Denpasar Selatan, Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, S.P. menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis mendorong KWT lebih kreatif. “Kami ingin KWT tidak berhenti di budidaya, tetapi juga mampu mengolah hasil. Bahkan dari limbah sederhana bisa menjadi produk bernilai ekonomi,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan Katimker Provinsi, Ni Made Ristiani, S.Pt., M,Pt. Ia menilai pengembangan hilirisasi di tingkat KWT menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk pertanian. “Ini sejalan dengan pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular, di mana limbah bisa diolah menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap KWT mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga berbasis pertanian berkelanjutan. Selain mengurangi limbah organik, inovasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru di tingkat rumah tangga. (JikWid/Trisna)
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0