Tanam Jagung Bareng, Lahan Bera Disulap Jadi Produktif

Lahan bera di Subak Intaran Barat mulai “hidup”. Melalui gerakan tanam jagung manis bersama, Dinas Pertanian Kota Denpasar mendorong percepatan luas tambah tanam sekaligus menguatkan ketahanan pangan daerah.

Apr 24, 2026 - 04:11
 0  24
Tanam Jagung Bareng, Lahan Bera Disulap Jadi Produktif

Tanam Jagung Bareng, Lahan Bera Disulap Jadi Produktif

Lahan bera di Subak Intaran Barat tak lagi dibiarkan menganggur. Dinas Pertanian Kota Denpasar menggandeng lintas sektor menggelar gerakan tanam jagung manis serentak, mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT) sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Upaya mengoptimalkan lahan tidur terus digeber. Kali ini, lahan bera seluas 1 hektare disulap menjadi areal produktif melalui penanaman jagung manis varietas Golden Boy secara bersama-sama.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pertanian Kota Denpasar ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga kelembagaan petani. Hadir langsung Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar AA Gde Bayu Brahmasta; Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, SIK, MH; Kepala Desa Sanur Kauh I Made Ada; Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura IGAN Anggreni Suwari; Katimker Penyuluhan Kota Denpasar Luh Ketut Ayu Sukarmi, S.P.; Koordinator BPP Denpasar Selatan Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, S.P.; jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL); serta petani Subak Intaran Barat yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar menegaskan, pemanfaatan lahan bera menjadi langkah strategis menjaga kontinuitas produksi pangan di tengah tekanan alih fungsi lahan. “Jagung manis dipilih karena umur panennya relatif singkat dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani,” ujarnya di sela kegiatan.

Kapolresta Denpasar yang turut hadir memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian adalah tanggung jawab bersama. “Ini bukan sekadar tanam jagung, tetapi bagian dari menjaga stabilitas pangan dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura IGAN Anggreni Suwari menjelaskan, pihaknya memfasilitasi benih jagung manis varietas Golden Boy serta bantuan pestisida guna mendukung keberhasilan budidaya.

Ia memaparkan, pada 2025 realisasi luas tanam jagung manis di Kota Denpasar mencapai 458,04 hektare dengan produksi 3.929,88 ton dan produktivitas rata-rata 8,5 ton per hektare. Melihat capaian tersebut serta tingginya permintaan pasar, pihaknya optimistis pengembangan jagung manis masih sangat potensial ditingkatkan pada 2026, terutama melalui optimalisasi lahan bera.

Sementara itu, Pekaseh Subak Intaran Barat menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap gerakan ini mampu memotivasi petani agar tidak membiarkan lahan kosong serta lebih adaptif dalam memilih komoditas yang cepat menghasilkan.

Katimker Penyuluhan Kota Denpasar, Luh Ketut Ayu Sukarmi, S.P., menambahkan, peran penyuluh akan terus diperkuat dalam mendampingi petani, mulai dari tahap tanam hingga panen. Pendampingan intensif diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil jagung manis.

Dengan gerakan tanam bersama ini, pemanfaatan lahan bera diharapkan semakin masif, sehingga kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan daerah tetap terjaga. (David/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0