Racikan Penyuluh Dongkrak Hasil Panen

Pemupukan berimbang plus biourine racikan penyuluh terbukti dongkrak hasil panen. Petani mulai berani beralih.

Apr 11, 2026 - 03:48
 0  87
Racikan Penyuluh Dongkrak Hasil Panen

Racikan Penyuluh Dongkrak Hasil Panen

“Demplot garapan DPD PERHIPTANI Jembrana ini bukan sekadar uji coba, tapi bukti nyata di lapangan. Petani langsung percaya karena melihat sendiri hasilnya lebih tinggi.”

Pernyataan itu disampaikan Ketua Harian DPD PERHIPTANI Jembrana, I Nyoman Widnyana Putra, S.P., usai ubinan demplot dengan branding “Tanitech” di Subak Yeh Anakan, Kamis (9/4).

Hasilnya memang mencolok. Produktivitas tembus 11,462 ton per hektare angka yang melampaui pola budidaya konvensional petani.

Demplot seluas 18 are milik I Made Sutarma itu, menjadi etalase teknologi budidaya yang langsung bisa diuji di lapangan. Program ini merupakan kolaborasi DPD PERHIPTANI Jembrana, Pupuk Indonesia, dan petani setempat.

Varietas yang digunakan adalah padi hibrida Mapan 05. Pola pemupukannya dirancang berimbang. Phonska Plus 270 kg/ha, Phosgreen 150 kg/ha, serta ZA 270 kg/ha. Teknologi ini dipadukan dengan biourine dan asam amino hasil fermentasi ikan lemuru racikan penyuluh pertanian.

Hasilnya tak hanya terlihat pada tonase. Rata-rata anakan produktif mencapai 22 per rumpun.

Sebagai pembanding, pola konvensional petani hanya menghasilkan 10,56 ton per hektare dengan 18 anakan produktif. Jika ditarik ke musim sebelumnya, lonjakan ini makin terasa. Pada lokasi dan varietas yang sama, hasil ubinan hanya 9,2 ton per hektare dengan 17 anakan produktif.

Kelian Subak Yeh Anakan, I Gusti Ngurah Suasana, mengaku suasana petani berubah sejak melihat hasil demplot tersebut.

“Petani sekarang lebih antusias. Mereka tidak ragu lagi karena sudah lihat langsung hasilnya di sawah,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan demplot membuat petani lebih cepat memahami dan percaya terhadap teknologi baru.

Sementara itu, penyuluh pertanian yang mendampingi kegiatan menegaskan bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar jika diterapkan dengan benar.
“Biourine dan asam amino ini dibuat mandiri, biayanya murah, tapi efeknya nyata. Kuncinya ada di keseimbangan pemupukan dan pendampingan,” jelasnya.

Widnyana menambahkan, demplot seperti ini menjadi strategi efektif untuk mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani.

“Kalau petani sudah melihat bukti di lahannya sendiri, proses adopsi akan jauh lebih cepat. Ini yang terus kita dorong,” tegasnya.

Kegiatan ubinan ini dihadiri jajaran DPD PERHIPTANI Jembrana, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana, Pupuk Indonesia, petugas POPT, serta anggota Subak Yeh Anakan.

Ke depan, demplot Tanitech diharapkan menjadi pemicu peningkatan produktivitas secara lebih luas. Dengan pemupukan berimbang yang tepat dan efisien, produksi padi di Jembrana diyakini terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. (JikWid/Widnyana)

What's Your Reaction?

Like Like 7
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0