Gobleg Bali Coffee Perkuat Kopi Premium Berbasis Agrowisata

Dingin pegunungan Gobleg tak lagi hanya menghasilkan panen kopi. Di kawasan dataran tinggi Bali Utara itu, petani mulai meracik nilai tambah melalui kopi premium, pengolahan pascapanen, hingga konsep wisata berbasis kebun.

May 29, 2026 - 05:40
 0  73
Gobleg Bali Coffee Perkuat Kopi Premium Berbasis Agrowisata

Gobleg Bali Coffee Perkuat Kopi Premium Berbasis Agrowisata

Kabut tipis dan udara dingin pegunungan Gobleg kini tak hanya menghadirkan panorama alam yang memikat. Dari kawasan dataran tinggi Bali Utara itu, para petani mulai meracik harapan baru melalui kopi arabika premium yang dipadukan dengan pengembangan agrowisata berbasis kebun.

Kelompok Tani Gobleg Bali Coffee terus menunjukkan perkembangan dalam membangun usaha kopi arabika premium di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak Juni 2024 dengan 28 anggota, kelompok ini perlahan tumbuh menjadi salah satu penggerak pengembangan kopi premium di kawasan Bali Utara.

Dipimpin Ketut Sutarnaya, kelompok tersebut mengelola lahan kopi seluas sekitar 23 hektare. Fokus pengembangan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi melalui pengolahan kopi dan pengembangan nilai tambah berbasis wisata.

Jika sebelumnya petani hanya menjual hasil panen dalam bentuk biji kopi, kini Gobleg Bali Coffee telah memasarkan kopi serbuk dan roasting bean hingga luar Bali. Langkah itu menjadi bagian dari upaya petani untuk naik kelas melalui produk kopi premium dengan kualitas yang lebih terjaga.

Salah satu produk unggulan mereka adalah kopi premium “Dewi Bali” yang dipasarkan khusus untuk tamu dan wisatawan. Produk tersebut dijual dengan harga mencapai Rp250 ribu per 250 gram dan mulai dikenal sebagai kopi khas Gobleg dengan cita rasa premium.

Dalam pengelolaannya, anggota kelompok membawa hasil panen kopi langsung ke kelompok untuk diolah bersama. Sistem tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga kualitas produk sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.

Berbagai varietas unggulan juga mulai dikembangkan. Di antaranya Yellow Caturra asal Brasil sebanyak 2.000 pohon, Red Bourbon asal Ethiopia sebanyak 200 pohon, hingga Arabika Ateng Super Pucuk Hijau yang dikenal memiliki karakter rasa khas dan produktivitas tinggi.

Tidak hanya bertumpu pada kopi, kelompok juga mulai melakukan diversifikasi usaha dengan mengembangkan alpukat Hass sebanyak 500 pohon yang saat ini telah berumur sekitar empat tahun. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat sumber pendapatan petani di masa mendatang.

Ke depan, Gobleg Bali Coffee mulai mengarah pada pengembangan konsep agrowisata kopi berbasis edukasi dan pengalaman kebun. Hamparan kebun kopi di kawasan pegunungan yang sejuk dinilai memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan.

Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati secangkir kopi premium, tetapi juga dapat melihat langsung proses budidaya, panen, pengolahan, roasting hingga penyajian kopi khas Gobleg.

Ketua Kelompok Tani Gobleg Bali Coffee Ketut Sutarnaya mengatakan pihaknya ingin membawa petani memiliki nilai tambah lebih besar melalui pengolahan kopi premium dan wisata pertanian.

“Kami ingin petani di Gobleg tidak hanya menjual kopi mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk kopi premium yang punya nilai tambah. Ke depan kami juga ingin mengembangkan wisata kopi agar pengunjung bisa menikmati suasana kebun sekaligus mengenal proses kopi dari dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, M.P., menilai langkah yang dilakukan kelompok menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Bali Utara.

“Yang menarik dari kelompok ini adalah keberanian petani mulai masuk ke hilirisasi produk, bukan hanya menjual hasil panen. Ketika dipadukan dengan konsep agrowisata, ini menjadi kekuatan baru bagi pertanian Bali Utara,” jelasnya.

Penyuluh Pertanian Desa Gobleg, Gede Wahyu Dhiyana Mahardika, S.P., menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga penguatan kelembagaan kelompok dan peningkatan kualitas produk.

“Dengan varietas unggulan dan pengolahan yang semakin baik, kami optimistis kopi Gobleg mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Di balik aroma kopi arabika Gobleg, tersimpan semangat petani yang terus tumbuh untuk maju dan mandiri. Gobleg Bali Coffee kini tidak sekadar menjadi kelompok tani, tetapi mulai menjelma sebagai wajah baru pertanian Bali Utara yang memadukan kualitas, inovasi, dan agrowisata dalam satu cangkir kopi premium.

Koresponden: Wahyu Dhiyana Mahardika BPP Kecamatan Banjar

Editor: Jikwid/DND

What's Your Reaction?

Like Like 8
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0