Made Sedaka: “Pertanian sekarang harus lebih cerdas dan efisien”
Di usia pensiun, I Made Sedaka tetap turun ke sawah. Mantan PPL Kabupaten Buleleng itu menanam harapan baru lewat demplot padi sistem SPM di Subak Keladian, Desa Gitgit. Dari lahan 2 are, ia membuktikan pertanian hemat biaya dan ramah lingkungan.
Made Sedaka: “Pertanian sekarang harus lebih cerdas dan efisien”
Di lahan kecil seluas 2 are di Subak Keladian, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Made Sedaka membuat demplot penanaman padi varietas Arumba dengan sistem SPM (Sawah Pokok Murah). Hamparan sawah itu memang belum menghijau penuh. Bibit padi baru saja ditanam. Namun, dari petak kecil tersebut, Sedaka ingin menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu harus mahal.
Perjalanan hidupnya memang lekat dengan dunia penyuluhan. Sedaka menempuh pendidikan Diploma III di Akademi Penyuluhan Pertanian (APP) Gowa pada 1996–1999. Setelah lulus, ia mengawali pengabdian sebagai penyuluh di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Pengalaman bertugas di wilayah kepulauan membentuk karakter lapangannya yang dikenal dekat dengan petani.
Beberapa tahun kemudian, ia hijrah ke Bali dan melanjutkan pendidikan Strata 1 Agroteknologi di Universitas Panji Sakti pada 2010. Karier penyuluhannya terus berlanjut hingga akhirnya pensiun sebagai PPL Kabupaten Buleleng. Kini, selain aktif mendampingi petani, Sedaka juga dipercaya sebagai Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Buleleng.
Di usia pensiun, semangatnya justru terlihat belum surut. Sistem SPM yang diterapkannya di Gitgit menjadi bentuk ikhtiar untuk menjawab persoalan tingginya biaya produksi pertanian.
Metode tanam yang digunakan cukup berbeda dari pola konvensional. Penanaman dilakukan tanpa olah tanah. Permukaan sawah ditutup jerami untuk menjaga kelembapan dan memperbaiki kondisi tanah sebelum bibit ditanam. Di sekeliling petakan sawah, tumbuh bunga marigold sebagai refugia yang berfungsi menarik musuh alami hama.
Perpaduan hamparan jerami, tanaman padi muda, dan warna kuning marigold menghadirkan pemandangan sawah yang tidak biasa. Bagi Sedaka, pertanian modern bukan hanya soal produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.
“Pertanian sekarang harus lebih cerdas dan efisien. Melalui sistem SPM ini, petani bisa mengurangi biaya olah lahan, menghemat tenaga, sekaligus menjaga kondisi tanah tetap baik. Kami juga menanam refugia bunga marigold agar ekosistem sawah tetap seimbang dan membantu pengendalian hama secara alami. Walaupun tanaman ini masih baru ditanam, saya berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lain untuk berani mencoba inovasi,” ujar Made Sedaka.
Demplot sederhana itu mulai menarik perhatian petani sekitar. Sejumlah petani datang melihat langsung metode tanam tanpa olah tanah yang dipadukan dengan pemanfaatan jerami dan refugia.
Pendampingan teknis dilakukan oleh PPL Desa Gitgit, Luh Gede Adi Pradnyani, S.Pt. mulai dari persiapan lahan hingga proses penanaman.
“Kami melakukan pendampingan teknis agar penerapan sistem SPM berjalan sesuai anjuran budidaya. Penanaman refugia juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertanian ramah lingkungan. Walaupun tanaman masih fase awal, kondisi pertanaman terlihat cukup baik dan sangat potensial menjadi media pembelajaran bagi petani,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Sukasada, Mohammad Hanan, SP. mengapresiasi semangat Made Sedaka yang tetap aktif berinovasi setelah pensiun.
“Beliau bukan hanya menanam padi, tetapi juga menanam semangat perubahan. Kehadiran percontohan seperti ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa pertanian bisa dilakukan dengan cara yang lebih hemat, adaptif, dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.
Di tengah tantangan pertanian yang semakin kompleks, langkah kecil dari lahan 2 are di Subak Keladian itu menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu lahir dari proyek besar. Kadang, ia tumbuh dari ketulusan seorang penyuluh yang belum selesai mengabdi.
Bibit Arumba memang baru mulai tumbuh. Namun harapan tentang pertanian yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan telah lebih dulu ditanam oleh Made Sedaka.
Koresponden : DND
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0