PERHIPTANI Bali Pacu AWD, Petani Batukaru Bidik Carbon Trading
PERHIPTANI Bali kembali menunjukkan perannya sebagai motor diseminasi inovasi pertanian. Melalui pelatihan budidaya padi hemat air sistem AWD di Subak Caturangga Batukaru, para pekaseh dan petani diajak tidak hanya meningkatkan efisiensi budidaya, tetapi juga memahami peluang mitigasi emisi karbon hingga potensi carbon trading.
PERHIPTANI Bali Pacu AWD, Petani Batukaru Bidik Perdagangan Karbon
Komitmen DPW PERHIPTANI Bali dalam mendukung pertanian ramah lingkungan terus diwujudkan melalui diseminasi inovasi teknologi kepada petani. Salah satunya lewat pelatihan budidaya padi hemat air dengan sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Penebel, Kabupaten Tabanan, Kamis (7/5).
Pelatihan yang memasuki hari ke-9 tersebut diikuti 20 petani dan pekaseh yang tergabung dalam organisasi subak di kawasan Subak Caturangga Batukaru. Kegiatan berlangsung penuh semangat dengan antusiasme tinggi peserta selama sesi diskusi dan pemaparan materi.
Ketua DPW PERHIPTAN Bali, Dr.Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., menjadi salah satu narasumber utama dengan materi bertajuk “Mitigasi Metana dan Carbon Trading”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan dampak gas metana (CH ₄ ) dari lahan sawah terhadap efek rumah kaca dan pemanasan global.
Menurutnya, penerapan sistem AWD menjadi salah satu solusi strategi untuk menekan emisi karbon sektor pertanian, khususnya budidaya padi sawah. Selain lebih hemat air, metode ini dinilai mampu mendukung pertanian berkelanjutan yang selaras dengan program pemerintah serta nilai-nilai kearifan lokal Bali, yakni Tri Hita Karana.
“Langkah kecil yang dilakukan pekaseh dan petani di Subak Caturangga Batukaru ini memiliki dampak besar terhadap kelestarian lingkungan. Jika diterapkan secara konsisten, AWD dapat membantu menurunkan emisi karbon sekaligus menjaga kekeringan sumber daya udara,” ujar Dr. Alit.
Diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait hubungan sistem budidaya padi dengan emisi gas rumah kaca hingga peluang penerapan perdagangan karbon di sektor pertanian.
Sementara itu, Katimker Penyuluhan Kabupaten Tabanan, Ir. I Made Widiada, MP, mengapresiasi peran aktif PERHIPTANI Bali dalam mendukung penguatan kapasitas petani dan penyuluh melalui diseminasi inovasi teknologi pertanian.
Menurutnya, penerapan sistem AWD sangat relevan dengan arah pembangunan pertanian saat ini yang menekankan efisiensi sumber daya, adaptasi perubahan iklim, dan pertanian rendah emisi karbon.
“PERHIPTANI Bali telah menunjukkan peran strategi sebagai organisasi profesi penyuluh yang konsisten menghadirkan inovasi langsung kepada petani. Kegiatan seperti ini penting agar petani tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mencakup aspek ekosistem lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara penyuluh, petani, subak, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian modern yang tetap berpijak pada kearifan lokal Bali.
Di sisi lain, Pekaseh Subak Puakan, I Nyoman Wira, mengaku pelatihan AWD memberikan wawasan baru bagi petani, terutama terkait hubungan pola budidaya padi dengan isu lingkungan dan perubahan iklim. Selama ini petani lebih fokus pada peningkatan produksi, namun kini mulai memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan melalui pengelolaan udara yang tepat.
“Selama ini kami berpikir bagaimana sawah bisa panen bagus, tetapi lewat pelatihan ini petani jadi memahami bahwa cara mengatur udara juga berpengaruh terhadap lingkungan. Sistem AWD ini sangat baik karena selain hemat udara, ternyata juga membantu mengurangi emisi gas metana,” ujarnya.
Ia berharap pendampingan dan pelatihan seperti ini terus berlanjut sehingga petani subak semakin siap menerapkan teknologi pertanian ramah lingkungan di lapangan.
Alit juga menegaskan, peluang perdagangan karbon ke depan sangat terbuka apabila praktik pertanian rendah emisi dapat dibuktikan secara ilmiah dan diterapkan secara berkelanjutan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang tambahan pendapatan bagi petani.
Melalui kegiatan ini, PERHIPTANI Bali kembali menegaskan sebagai organisasi profesi penyuluh pertanian yang terus bergerak mendampingi petani dalam mengadopsi inovasi teknologi, sekaligus mendorong transformasi pertanian Bali menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. (Gusde/JikWid)
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0