Subak Kerdung Tersenyum, Panen Tembus 11 Ton/Ha

Sempat terpuruk dua musim tanpa panen, petani Subak Kerdung kini bangkit. Irigasi yang kembali mengalir menghadirkan senyum lega—hasil panen pun melesat hingga 11 ton per hektare.

May 7, 2026 - 00:37
 0  49
Subak Kerdung Tersenyum, Panen Tembus 11 Ton/Ha

Subak Kerdung Tersenyum, Panen Tembus 11 Ton/Ha

Kabar menggembirakan datang dari petani Subak Kerdung, wilayah kerja BPP Kecamatan Denpasar Selatan. Setelah dua musim tanam sebelumnya gagal menikmati hasil akibat irigasi jebol, kini para petani kembali merasakan manisnya panen padi.

Raut wajah sumringah tampak jelas saat petani bersama jajaran penyuluh pertanian melakukan ubinan untuk mengukur produktivitas hasil panen. Suasana penuh kegembiraan pun mewarnai kegiatan tersebut, seolah menjadi pelampiasan atas penantian panjang selama dua musim terakhir.

Koordinator BPP Denpasar Selatan bersama tim penyuluh turut mendampingi proses ubinan di lahan petani. Hasilnya, produktivitas yang dicapai tergolong tinggi dan memuaskan.

Pada lahan milik petani Wayan Winda seluas 40 are, produktivitas tercatat mencapai 11,268 ton per hektare gabah kering panen (GKP) atau setara 9,528 ton per hektare gabah kering giling (GKG). Sementara itu, di lahan milik I Made Reda seluas 60 are, produktivitas mencapai 10 ton per hektare GKP atau setara 8 ton per hektare GKG.

Varietas padi yang ditanam petani adalah Ciherang, yang dikenal memiliki potensi hasil tinggi serta adaptif terhadap kondisi lahan sawah di wilayah tersebut.

Pulihnya fungsi irigasi menjadi kunci keberhasilan musim tanam kali ini. Dengan suplai air yang kembali lancar, petani dapat mengelola tanaman secara optimal hingga menghasilkan panen maksimal.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi petani Subak Kerdung untuk terus meningkatkan produksi padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Denpasar Selatan.

Sementara itu, Koordinator BPP Denpasar Selatan, Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, SP., menyampaikan bahwa capaian produktivitas ini merupakan hasil sinergi antara petani dan penyuluh. “Pendampingan yang intensif serta dukungan perbaikan irigasi menjadi kunci keberhasilan musim ini. Ke depan, kami akan terus mengawal petani agar produktivitas tetap terjaga bahkan bisa ditingkatkan,” jelasnya.

Pulihnya fungsi irigasi menjadi kunci keberhasilan musim tanam kali ini. Dengan suplai air yang kembali lancar, petani dapat mengelola tanaman secara optimal hingga menghasilkan panen maksimal.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi petani Subak Kerdung untuk terus meningkatkan produksi padi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Denpasar Selatan. (Trisna/Jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0