BBRMP Bali Diserbu 200 Siswa, Belajar Tani Jadi Seru

Ratusan siswa SD Candra Kasih Peguyangan Denpasar memadati BBRMP Bali dalam kunjungan edukatif bertema Hari Bumi. Tak sekadar melihat, mereka langsung belajar mengenal tanaman hingga praktik sederhana budidaya.

Apr 28, 2026 - 13:00
 0  56
BBRMP Bali Diserbu 200 Siswa, Belajar Tani Jadi Seru

BBRMP Bali Diserbu 200 Siswa, Belajar Tani Jadi Seru

Balai Besar Perakitan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali kembali menunjukkan kiprahnya sebagai pusat edukasi pertanian modern, Selasa (28/4). Kali ini, ratusan siswa SD Candra Kasih Peguyangan Denpasar “menyerbu” balai tersebut untuk belajar langsung dunia pertanian dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan.

Ketua panitia kegiatan, I Wayan Adi Surya Irawan, S.Pd. mengatakan, total peserta Sebanyak 205 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 datang menggunakan lima bus dalam rangka kegiatan edukasi luar sekolah yang bertepatan dengan momentum Hari Bumi. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Kepala BBRMP Bali beserta jajaran, yang kemudian mengajak siswa menjelajahi berbagai inovasi pertanian yang aplikatif untuk lingkungan rumah.

Kepala Sekolah SD Candra Kasih, Ni Pande Kadek Dewi Sudiartini, S.Pd., menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah di luar kelas. “Setiap tahun kami mengajak siswa belajar di luar sekolah. Sebelumnya ke Taman Makam Pahlawan dan Museum Geopark Batur. Tahun ini bertepatan dengan Hari Bumi, kami ingin mengenalkan dunia pertanian sejak dini,” ujarnya.

Kiprah BBRMP Bali tampak nyata dalam penyajian materi yang tidak sekadar teoritis, tetapi berbasis praktik lapangan. Para siswa dikenalkan berbagai jenis tanaman pekarangan, teknologi hidroponik, hingga teknik dasar budidaya yang mudah diterapkan.

Sementara itu, Kepala BBRMP Bali, I Made Rai Yasa, mengaku bangga melihat tingginya minat generasi muda terhadap pertanian. Menurutnya, peran BBRMP tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap pertanian sejak dini. “Ini bagian dari investasi jangka panjang. Pertanian harus dikenalkan sebagai sektor yang menarik dan menjanjikan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama (kelas 1–3) diajak berkeliling mengenal berbagai tanaman pekarangan, seperti sayuran, buah, hingga sistem hidroponik. Sementara kelompok kedua (kelas 4–6) mendapatkan praktik langsung, mulai dari pembuatan media tanam cabai, persemaian, hingga pemupukan.

Kegiatan yang dipandu oleh Dede Tia Setiawati, SST. ini berlangsung interaktif dan edukatif. Melalui kunjungan ini, diharapkan siswa tidak hanya mengenal pertanian sebagai teori, tetapi juga memahami praktik sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan rumah. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0