Gabah Tak Boleh Jatuh!

Program BIMA JUARA menjadi jawaban atas kegelisahan petani saat panen raya. Melalui sinergi dinas, penyuluh, dan KUD, harga gabah dijaga tetap stabil sehingga petani tidak lagi dihantui anjloknya harga di lapangan.

Apr 18, 2026 - 04:08
 0  11
Gabah Tak Boleh Jatuh!

Gabah Tak Boleh Jatuh!

Panen Raya Tak Lagi Bikin Cemas, KUD Siap Serap Hingga Rp7.200 per Kg

Program “BIMA JUARA” (Beli Mahal Jual Murah) menjadi langkah konkret pemerintah dalam melindungi petani dari gejolak harga gabah. Tak sekadar intervensi harga, program ini juga menjadi ruang temu antara dinas, penyuluh, petani, dan Koperasi Unit Desa (KUD) untuk merespons langsung dinamika di lapangan. Melalui forum rembug ini, setiap persoalan harga dibahas terbuka, sekaligus dirumuskan solusi bersama agar gabah petani tetap terserap dengan harga yang layak.

Kekhawatiran petani saat panen raya perlahan terjawab. Lewat program BIMA JUARA, pemerintah bersama KUD turun langsung menjaga harga gabah agar tidak anjlok di tingkat petani. Di Subak Kusamba, komitmen itu bukan sekadar wacana gabah siap diserap dengan harga layak, bahkan hingga Rp7.200 per kilogram.

Program ini menjadi ruang temu antara dinas, penyuluh, petani, dan KUD dalam merespons dinamika harga di lapangan. Saat panen raya, harga gabah kerap berfluktuasi dan merugikan petani. Melalui forum rembug ini, disepakati bahwa gabah petani harus tetap terserap minimal sesuai harga acuan pemerintah.

KUD Panca Setya Kecamatan Dawan mengambil peran strategis. Selain siap membeli gabah Rp6.000 per kilogram dalam kondisi bersih, KUD juga menyediakan tenaga panen untuk membantu petani. Menariknya, harga bisa lebih tinggi hingga Rp7.200 per kilogram jika petani mengantar langsung gabahnya ke KUD.

Skema ini tidak berhenti di tingkat pembelian. Gabah yang telah diolah menjadi beras akan diserap pemerintah daerah untuk kebutuhan pegawai. Pola ini memperkuat hilirisasi sekaligus memastikan hasil pertanian lokal memiliki pasar yang jelas.

Program BIMA JUARA tetap mengacu pada harga acuan Rp6.500 per kilogram. Saat harga pasar lebih tinggi, petani dipersilakan menjual ke mana saja. Namun ketika harga turun, KUD hadir sebagai penyangga agar harga tidak jatuh lebih dalam.

Peran penyuluh pertanian juga menjadi kunci di lapangan. Mereka memastikan informasi tersampaikan dengan baik sekaligus mendampingi petani dalam mengambil keputusan. Penyuluh Desa Kusamba, I Wayan Wiarta, menilai program ini memberi rasa aman bagi petani. “Setidaknya petani tidak lagi waswas saat panen tiba,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, dan KUD dalam program BIMA JUARA menjadi bukti bahwa persoalan klasik harga gabah bisa diatasi dengan kolaborasi. Petani pun kini bisa panen dengan lebih tenang, tanpa dibayangi harga yang jatuh. (Ayu Rahma/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1