PETANI BULELENG KIAN MELEK TEKNOLOGI

Petani Buleleng kini tak lagi bertumpu pada cangkul dan tenaga tangan. Dengan mesin tanam modern, mereka melangkah ke era baru pertanian—lebih cepat, efisien, dan siap bersaing di tengah tantangan zaman.

Nov 25, 2025 - 01:53
 0  61
PETANI BULELENG KIAN MELEK TEKNOLOGI

PETANI BULELENG KIAN MELEK TEKNOLOGI

Sepuluh Subak Dilatih Operasikan Mesin Tanam Padi Modern, Bukti Revolusi Hijau di Sawah Bali Utara

Deru mesin bercampur suara tawa petani terdengar di sawah Subak Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Sepuluh perwakilan subak dari berbagai penjuru Buleleng tampak sibuk mengamati gerak mesin tanam padi modern alat yang perlahan mengubah cara mereka menanam padi pada Minggu pagi (23/11)

Pelatihan intensif penggunaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ini digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Program tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pertanian yang didukung penuh melalui APBN Tahun 2025.

Kegiatan ini, dihadiri Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, S.P, Kabid Sarana dan Prasarana beserta staf, sembilan Koordinator BPP Kecamatan, para Kelian Subak, serta petani penerima Alsintan yang didampingi penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Teknologi yang Menghemat Waktu

Dalam sambutannya, Gede Melandrat menekankan pentingnya adopsi teknologi di tengah tantangan semakin menyusutnya Luas Baku Sawah (LBS).

“Dulu petani harus menanam berhari-hari. Sekarang dengan mesin tanam, pekerjaan bisa selesai dalam hitungan jam. Ini bukan sekadar efisiensi, tapi juga langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan mempercepat target Luas Tambah Tanam (LTT),” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan Alsintan bukan berarti menghapus kearifan lokal petani Bali. Justru sebaliknya, teknologi diharapkan menjadi sahabat baru bagi para petani agar mampu bertahan di era modern.

Mereka menjadi prioritas penerima pelatihan karena merupakan wilayah dengan potensi tanam padi tertinggi. Para peserta tak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik di sawah. Mereka diajarkan mengatur kedalaman dan jarak tanam secara presisi, melakukan perawatan harian, serta menghadapi kendala lapangan saat mesin beroperasi di lahan berbeda.

Petani Antusias, Siap Sambut Musim Tanam Baru

Kelian Subak Temukus, I Gede Sumawa, mengaku pelatihan ini menjadi momentum penting bagi petani di desanya.

“Dulu kami tidak punya alat dan tidak ada yang bisa mengoperasikan. Sekarang kami punya anggota yang siap jadi operator. Ini mempercepat tanam dan menghemat biaya tenaga kerja,” katanya dengan senyum puas.

Senada, Made Ariasa, petani muda dari Subak Bayan, menyebut pelatihan ini membuka pandangan baru bagi generasi muda.

“Kami anak muda tidak malu lagi turun ke sawah. Mesin ini bikin kerja lebih cepat, dan hasilnya bisa lebih seragam. Kalau pertanian modern begini, banyak yang mau ikut lagi,” ujarnya.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian, Made Siladharma, S.TP., menjelaskan pelatihan ini akan terus digelar secara berkelanjutan.

“Kami ingin setiap subak punya operator andalan. Setelah alat diserahkan, tanggung jawab kami bukan berhenti di situ. Kami akan terus kawal agar Alsintan benar-benar dimanfaatkan maksimal,” tegasnya.

Dinas Pertanian Buleleng memastikan, pelatihan ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah akan terus mendorong bantuan Alsintan dari pusat serta menyiapkan tenaga teknis yang mampu melakukan perawatan mandiri di tiap subak.

Subak penerima Alsintan :

  1. Subak Gerokgak, Desa Gerokgak
  2. Subak Umedesa, Desa Lokapaksa
  3. Subak Busungbiu, Desa Busungbiu
  4. Subak Temukus, Desa Temukus
  5. Subak Babakan Delod Sema, Desa Panji
  6. Subak Bayan, Kelurahan Penarukan
  7. Subak Babakan Tua, Desa Sawan
  8. Subak Lanyahan Kerobokan, Desa Sawan
  9. Subak Dangin Yeh, Desa Girimas
  10. Subak Bila, Desa Bila

Koresponden Shinta Istihsan DPD Perhiptani Buleleng

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0