Tim Pusat Bedah Tata Kelola KEP LDPM Sri Pertiwi

Penguatan kelembagaan ekonomi petani terus didorong Kementerian Pertanian melalui pembinaan langsung di daerah. Tim pembina pusat BPPSDMP turun ke Gianyar untuk menilai sekaligus memperkuat tata kelola Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) LDPM Sri Pertiwi agar semakin profesional dan mampu menopang pembiayaan usaha tani berbasis subak.

May 15, 2026 - 07:24
 0  24
Tim Pusat Bedah Tata Kelola KEP LDPM Sri Pertiwi

Tim Pusat Bedah Tata Kelola KEP LDPM Sri Pertiwi

Tim pembina pusat dari Penyuluhan Pertanian BPPSDMP melakukan pembinaan sekaligus penilaian terhadap Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) LDPM Sri Pertiwi di Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pembinaan difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan agar semakin akuntabel, profesional, dan mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi agribisnis di tingkat desa.

Kunjungan tim pembina pusat dipimpin Ir. Dwi Hayanti, M.Si. bersama Miranda Vionita, S.Ak. dari Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada indikator dan teknis penilaian KEP secara menyeluruh, mulai dari administrasi kelembagaan, pengelolaan usaha, hingga peran kelembagaan dalam mendukung pembiayaan petani.

Tim pembina turut didampingi Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Provinsi Bali I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb. beserta jajaran. Hadir pula Katimker Kabupaten Gianyar I Made Geben, SP., Koordinator BPP Sukawati Ni Ketut Poliadi, SP., serta para penyuluh pertanian.

Rombongan pembina mengunjungi KEP LDPM Sri Pertiwi yang diketuai I Nyoman Suwika. Kelembagaan ini tercatat memiliki 521 anggota dan berperan penting mendukung kegiatan usaha tani enam subak di Desa Batubulan Kangin, yakni Subak Asak Sandan, Subak Dangin Umah, Subak Umadesa, Subak Umatundun Kasian, Subak Belaki, dan Subak Temoyang Kelod.

Keberadaan KEP dinilai mampu membantu petani memperoleh akses pembiayaan sarana produksi pertanian dengan lebih mudah. Sistem peminjaman dana di kelembagaan tersebut dibangun berbasis kepercayaan antaranggota, dengan rekomendasi dari pekaseh di masing-masing subak sebagai dasar penyaluran pinjaman dan pengembalian dana.

Dwi Hayanti menegaskan, pembinaan dilakukan untuk memastikan kelembagaan petani mampu tumbuh sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, KEP tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemandirian petani di daerah.

“KEP harus mampu menjadi penggerak ekonomi petani yang dikelola secara profesional, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi anggota,” ujarnya.

Sementara itu, I Ketut Arya Sudiadnyana menyebut KEP LDPM Sri Pertiwi menjadi salah satu contoh kelembagaan petani yang aktif dalam mendukung pembiayaan usaha tani di tingkat desa. Dukungan penyuluh dan sinergi dengan subak dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan kelembagaan tersebut.

Desa Batubulan Kangin sendiri dikenal memiliki potensi pertanian dan peternakan yang cukup berkembang. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian, pengrajin ukir, hingga buruh bangunan. Komoditas unggulan desa meliputi tanaman pangan padi, hortikultura khususnya cabai, serta peternakan sapi, kambing, dan babi. (Poliadi/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0