Tibubeneng Melejit 9,63 Ton/Ha

Produktivitas padi di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Ubinan yang dilakukan di Subak Bantan mencatat potensi hasil mencapai 9,63 ton per hektar dan menjadi penyemangat baru bagi petani menjelang panen.

May 9, 2026 - 15:36
 0  14
Tibubeneng Melejit 9,63 Ton/Ha

Tibubeneng Melejit 9,63 Ton/Ha

Semangat petani di Subak Bantan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, semakin meningkat setelah hasil ubinan padi menunjukkan produktivitas yang menggembirakan. Kegiatan pengambilan ubinan yang dilaksanakan oleh BPP Kuta Utara mencatat potensi hasil produksi mencapai 9,63 ton per hektar.

Pengambilan ubinan dilakukan di lahan milik petani I Made Yasa seluas 50 are dengan varietas padi Ciherang. Kegiatan ini bertujuan mengetahui potensi hasil produksi padi di tingkat lahan sekaligus menjadi bahan evaluasi budidaya tanaman.

Berdasarkan hasil pengukuran ubinan, diperoleh berat gabah sebesar 6,02 kilogram atau setara dengan produktivitas 9,63 ton per hektar. Hasil tersebut menjadi indikator positif bahwa penerapan budidaya dan pemeliharaan tanaman berjalan cukup baik.

Salah seorang petani setempat mengaku hasil ubinan menjadi acuan penting menjelang panen. Menurutnya, data produktivitas sangat membantu dalam memperkirakan hasil sekaligus menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual gabah.

“Melihat hasil ubinan ini, sebagai tolak ukur menjual gabah nanti,” ujarnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tibubeneng, I Gede Angga Wiguna, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi produksi padi di wilayah Tibubeneng masih sangat baik. Ia berharap petani tetap menjaga kondisi tanaman hingga masa panen tiba.

“Hasil ubinan ini menunjukkan potensi produksi yang baik. Diharapkan petani terus melakukan pemeliharaan seperti pengendalian hama dan pemupukan berimbang agar hasil panen terus maksimal,” jelasnya.

Keberhasilan ubinan ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus meningkatkan produktivitas melalui budidaya yang tepat, penggunaan varietas unggul, serta pengelolaan tanaman secara optimal. Dengan hasil yang tinggi, pertanian di Kuta Utara diharapkan tetap menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus menjaga semangat petani Bali untuk terus berproduksi. (AlitSamuh/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0